Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Pakaian Favorit Mulai Sobek dan Pudar, Embroidery Bisa Jadi Solusinya! Apa itu?

 

Baju yang dicintai kerap ditinggalkan di lemari karena bolong kecil, noda, atau jahitan yang terlepas. Alih-alih membuangnya, semakin banyak orang memperbaikinya dengan teknik bordir atau embroidery sebagai bentuk visible mending, yakni perbaikan yang sengaja diperlihatkan sebagai elemen dekoratif.

Mengutip dari kumparan.com teknik ini tergolong mudah dipelajari oleh semua orang. Untuk lubang kecil pada kaus atau kemeja katun, pemula dapat menggunakan jarum bordir, benang katun, dan hoop atau pemegang kain.

Setelah itu, letakkan kain tambalan tipis di bagian dalam sebagai penguat, lalu bordir di atasnya dengan satin stitch atau running stitch hingga menutup lubang. Bentuknya bisa berupa bunga, bintang, atau garis geometris.

Untuk noda yang membandel, bordir dapat menjadi cara menyamarkannya. Pilih motif yang menutup noda dan sesuaikan warna benang agar serasi dengan kain. Pada jaket denim, tambalan bordir justru memberi karakter baru. Jahitan sashiko dari Jepang dengan pola garis putus-putus juga populer untuk memperkuat area yang tipis.

Setelah selesai yang tadi, persiapan berikutnya juga tak kalah penting. Cuci dan setrika kain sebelum dibordir. Kemudian, gunakan jarum sesuai ketebalan kain, dan jangan menarik benang terlalu kencang agar kain tidak berkerut. Hindari kain yang sangat tipis dan licin karena sulit dikerjakan oleh pemula.

Praktik ini bernilai lebih dari sekadar gaya karena mempunyai banyak manfaat. Industri mode termasuk penyumbang limbah tekstil yang signifikan, sehingga memperpanjang usia pakai pakaian membantu mengurangi sampah. Perbaikan juga menjaga nilai sentimental pakaian tertentu, seperti baju warisan atau hadiah.

Jika kerusakan terlalu luas atau kain sangat mahal, penjahit dapat membantu. Namun untuk kerusakan kecil, jarum, benang, dan kesabaran sudah cukup.

 

Artikel Terkait