Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

5 Tips Atasi Daging Alot Menjadi Lebih Mudah Empuk dan Enak saat Dimakan

 

Mengkonsumsi daging yang alot saat makan bersama keluarga dirumah tentu menjadi sesuatu yang tak mengenakan hingga bahkan menganggu karena tak bisa sampai ditelan. Jika anda pernah atau keluarga anda pernah mengalami hal tersebut, anda perlu membaca artikel ini untuk mendapatkan tips membuat daging keras atau alot menjadi empuk dan enak pada saat dimakan.

Dikutip dari, Taste of Home jika anda menemukan daging yang keras atau alot sebenarnya bisa diakali dengan sangat mudah melalui sains dapur yang sederhana. Kuncinya terletak pada bagaimana kita memecah jaringan ikat dan serat otot yang padat pada daging sebelum atau selama proses memasak.

Daging alot dan keras memang sangat meganggu saat anda sedang mengkonsumsinya. Sebenarnya ada cara dan tips yang wajib anda lakukan saat mengolah daging tersebut supaya menjadi daging yang empuk.

Berikut ini ada 5 tips rahasia mengolah daging yang keras atau alot ala Taste of Home supaya menjadi lembut dan enak dimakan!

1.Memukul Daging secara Manual

Trik pertama ini adalah cara paling klasik dan memuaskan secara fisik. Sebelum membumbui daging, gunakan palu pemukul daging (meat mallet) khusus yang memiliki permukaan bergerigi untuk memukul-mukul seluruh permukaan daging.

Jika tidak punya palu khusus, anda bisa menggunakan bagian belakang pisau besar atau rolling pin. Proses mekanis ini berfungsi memutus serat otot yang panjang dan keras, sehingga daging otomatis menjadi lebih rileks dan empuk saat dimasak nanti.

2. Memanfaatkan Kekuatan Bahan Asam (Marinasi)

Bahan-bahan makanan yang mengandung asam tinggi adalah pelunak daging alami yang sangat efektif. Anda bisa merendam daging dalam campuran bumbu (marinasi) yang mengandung unsur asam seperti:

·       Perasan lemon atau jeruk nipis

·       Cuka (cuka apel atau cuka makan)

·       Buttermilk atau yoghurt

3. Jangan Meremehkan Taburan Garam

Fungsi garam di dapur bukan cuma memberikan rasa gurih, melainkan juga bertindak sebagai pelunak daging yang hebat melalui proses osmosis. Teknik ini sering disebut dengan dry brining.

Caranya, taburkan garam kasar atau garam laut (sea salt) secara merata di kedua sisi daging sekitar satu jam sebelum dimasak. Garam akan menarik kelembapan keluar, lalu meresap kembali ke dalam serat daging sambil memecah protein yang keras di dalamnya.

4. Masak Perlahan dengan Api Kecil (Slow Cooking)

Jika anda memiliki potongan daging yang sangat berurat dan penuh jaringan ikat seperti bagian paha atau sengkel, kuncinya adalah kesabaran. Metode memasak lambat dengan api kecil (low and slow) seperti teknik braising atau menggunakan slow cooker adalah solusi terbaik.

Panas yang rendah dan konsisten dalam waktu lama akan melelehkan kolagen (jaringan ikat yang keras) pada daging dan mengubahnya menjadi gelatin yang super lembut.  Inilah alasan mengapa rendang atau semur bisa terasa sangat empuk meskipun menggunakan bagian daging yang keras.

5. Teknik Memotong yang Benar (Melawan Serat)

Trik terakhir ini sering kali diabaikan, padahal dampaknya luar biasa. Perhatikan arah serat memanjang pada daging. Saat hendak memotong atau mengiris daging yang sudah matang, selalu potong melawan arah serat (against the grain), bukan searah. Dengan memotong melawan arah serat, anda memperpendek serat otot daging secara manual. 

 

Langkah sederhana ini membuat gigi kita tidak perlu bekerja keras saat mengunyahnya, sehingga daging yang aslinya agak keras pun akan terasa jauh lebih empuk di mulut.

Nah, itulah 5 cara cerdas dari Taste of Home untuk mengatasi masalah daging yang alot. Dengan menerapkan trik-trik di atas, menu olahan daging kamu di rumah dijamin bakal empuk dan disukai seluruh anggota keluarga. Selamat mencoba!


Artikel Terkait