Ratusan Menu Nusantara Berkumpul, Begini Serunya Festival Kuliner Halal Jakarta Selatan
Sebanyak 38 tenant halal pilihan turut berpartisipasi menyajikan aneka hidangan khas daerah di Gebya
Di tengah gempuran makanan kekinian yang viral berkat media sosial, jajanan tradisional Nusantara justru mengalami kebangkitan pada 2026. Generasi muda mulai kembali melirik kudapan lawas seperti kue cubit, lupis, dan serabi, kali ini dengan sentuhan modern yang membuatnya tetap relevan di tengah gempuran tren kuliner internasional.
Fenomena ini tak lepas dari perubahan cara masyarakat menikmati kuliner. Jika dulu jajanan kaki lima identik dengan kesederhanaan, kini pedagang kecil mulai berinovasi dengan kemasan yang lebih estetik serta konsep branding yang kuat.
Tak sedikit pedagang cilok, pentol, hingga telur gulung yang kini memiliki logo sendiri dan akun media sosial aktif untuk menjangkau pelanggan baru, terutama kalangan muda yang gemar berburu konten kuliner.
Dikutip dari Kompas.com selain karena kebangkitan jajanan lawas, tren rasa juga ikut bergeser. Mentai, saus creamy berbahan dasar mentaiko atau olahan telur ikan khas Jepang, kini hadir di hampir semua jenis menu kekinian, mulai dari dimsum, nasi, hingga sushi. Popularitas rasa ini didorong oleh perpaduan gurih dan sedikit pedas yang dinilai mudah diterima lidah masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan usia.
Di sisi lain, tren makanan sehat turut berkembang pesat. Smoothie bowl, overnight oats, dan camilan berbahan dasar nabati semakin digemari kalangan urban yang mulai peduli terhadap pola hidup seimbang, namun tetap dikemas dengan tampilan visual yang menarik agar tidak terkesan membosankan.
Perpaduan antara nostalgia kuliner lokal dan inovasi rasa modern ini menunjukkan bahwa warisan kuliner Nusantara tetap memiliki tempat di hati konsumen, sekaligus membuktikan bahwa kreativitas pelaku usaha kuliner rumahan mampu bersaing dengan gerai kekinian berkonsep kafe estetik yang kini menjamur di berbagai sudut kota.