Nostalgia dengan Makanan Lawas, Kue Cubit hingga Serabi Kembali Jadi Buruan
Fenomena ini tak lepas dari perubahan cara masyarakat dalam menikmati kuliner.
Warga Jakarta yang gemar berburu kuliner daerah kini punya destinasi baru. Sebuah festival bertajuk Gebyar Kuliner Pecinan Halal Viral Nusantara digelar di Fashion Atrium, Ground Floor, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, mulai 16 hingga 26 Juli 2026, setiap hari pukul 10.00 sampai 22.00 WIB.
Dalam festival tersebut, pengunjung dapat menjajal lebih dari 300 menu viral yang dikurasi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Singkawang, Pontianak, Bali, Surabaya, hingga Jakarta sendiri.
Sebanyak 38 tenant halal pilihan turut berpartisipasi menyajikan aneka hidangan khas daerah di Gebyar Kuliner Pecinan Halal Viral Nusantara. Acara bertujuan agar masyarakat kembali bernostalgia dengan menu nusantara sekaligus mencoba hidangannya.
Dikutip dari cnnindonesia.com konsep menggabungkan kuliner lintas daerah dalam satu festival ini merupakan bagian dari tren wisata kuliner yang belakangan digemari masyarakat urban. Alih-alih mendatangi satu demi satu daerah asal makanan, warga kota besar kini lebih memilih festival kuliner terpusat yang menawarkan efisiensi waktu tanpa mengorbankan variasi cita rasa.
Seluruh sajian yang dijajakan dalam festival ini dipastikan telah bersertifikasi halal, sehingga dapat dinikmati bersama keluarga maupun kerabat dengan lebih nyaman.
Kehadiran jaminan halal ini dinilai penting mengingat semakin ketatnya kesadaran masyarakat terhadap kejelasan status kehalalan produk pangan yang mereka konsumsi, termasuk saat berburu kuliner viral di festival semacam ini.
Fenomena festival kuliner lintas daerah semacam ini turut mencerminkan bagaimana makanan tradisional Indonesia terus beradaptasi dengan gaya hidup masyarakat urban yang serba cepat, namun tetap mempertahankan cita rasa otentik dari daerah asalnya.
Bagi pencinta kuliner Nusantara, ajang seperti ini menjadi kesempatan langka untuk mengeksplorasi ragam rasa daerah tanpa harus menghabiskan waktu dan biaya perjalanan yang besar.