Pemprov DKI Diharapkan Percepat Pengadaan Program ‘Satu APAR untuk Satu RT’
Dinas Gulkarmat DKI Jakarta diharapkan lebih proaktif dalam mengawal pemenuhan kebutuhan APAR.
Inovasi sederhana pada kuliner tradisional kembali membuktikan daya tariknya di era media sosial. Kedai Bakso Solo Samrat belakangan ini jadi sorotan di media sosial terkait menu bakso keju lumernya, yang menyuguhkan sensasi berbeda karena bagian dalam bakso diisi keju mozzarella yang meleleh dan gurih saat dibelah.
Menariknya, nama kedai ini menyimpan sejarah lintas daerah. Bakso Solo Samrat merupakan usaha milik seorang pedagang bakso dari Solo yang merantau ke Manado, kemudian mendirikan kedai di Jalan Sam Ratulangi sehingga nama kedainya berasal dari singkatan jalan tersebut, "Samrat", sementara embel-embel "Solo" ditambahkan untuk menonjolkan asal usul sang istri pemilik kedai.
Bakso ini disajikan dengan kuah bening khas Solo yang kaya rasa, dilengkapi pelengkap seperti mi kuning, bihun, tahu, dan pangsit. Selain menu keju lumer, kedai ini juga dikenal memiliki variasi menu seperti bakso urat, bakso iga, hingga bakso rusuk.
Kini debgab popularitasnya telah mendorong ekspansi ke berbagai kota besar Indonesia, mulai dari Bandung, Bogor, hingga Surabaya, dengan harga berkisar Rp38.000 untuk menu bakso biasa hingga Rp77.000 untuk varian dengan tambahan rusuk.
Fenomena viral ini tidak lepas dari peran food vlogger dan content creator yang ramai-ramai membagikan pengalaman mencicipi kelezatan kuliner tersebut, sehingga menciptakan antrean panjang di sejumlah gerai.
Fenomena bakso keju lumer menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat terus berkembang dengan sentuhan modern tanpa kehilangan identitas rasa aslinya, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kuliner untuk terus berinovasi mengikuti selera pasar yang dinamis, khususnya generasi muda yang gemar berbagi pengalaman makan di media sosial.