Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Padel hingga Hyrox Inilah Tren Kebugaran Baru di Tanah Air

Tak hanya lari, jenis olahraga rekreasi di Indonesia pada 2026 semakin beragam dan menjadi tren baru di masyarakat. Dua olahraga yang tengah digandrungi saat ini adalah Padel dan Hyrox yang terus mendapatkan eksposur.

Padel adalah olahraga raket yang memadukan unsur tenis dan squash, menjadi salah satu cabang yang paling banyak diburu masyarakat perkotaan. Lapangan berdinding kaca dengan raket tanpa senar yang khas berhasil menarik perhatian berbagai kalangan, dari pekerja kantoran hingga pengusaha muda, dan kini infrastrukturnya menjamur di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali.

Tak hanya padel, sejumlah cabang olahraga lain seperti Hyrox, trail running, pickleball, dan pilates juga mulai menunjukkan pertumbuhan peserta yang signifikan. Salah satu ajang lari komunitas, Bhinneka Run 2026 di Jakarta, bahkan berhasil menyedot lebih dari 2.500 peserta dari berbagai daerah dan latar belakang usia maupun profesi.

Dirangkum dari beberapa sumber, media sosial disebut menjadi salah satu pendorong utama percepatan tren ini. Banyak warganet membagikan aktivitas olahraga mereka di berbagai platform digital, memicu ketertarikan orang lain untuk turut mencoba jenis olahraga yang sama. Alhasil, olahraga kini tak lagi dipandang semata sebagai kebutuhan menjaga kesehatan, tetapi juga bagian dari identitas sosial dan konten digital.

Kalangan pengamat gaya hidup menilai fenomena ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, dorongan mengikuti tren atau fear of missing out (FOMO) dapat menjadi pintu masuk efektif untuk mendorong masyarakat memulai kebiasaan sehat, terutama bagi mereka yang sebelumnya jarang beraktivitas fisik.

Namun di sisi lain, jika tidak dibarengi pemahaman yang benar mengenai tujuan kesehatan, semangat berolahraga berisiko meluntur begitu tren di media sosial mulai surut.

Pertumbuhan minat olahraga rekreasi ini turut berdampak pada kebutuhan fasilitas publik yang lebih memadai. Sejumlah kota mulai memperluas ruang terbuka hijau dan jalur pejalan kaki untuk mengakomodasi tingginya animo masyarakat berolahraga di akhir pekan, sekaligus menjadi indikator bahwa budaya hidup aktif kini tumbuh tidak hanya di level atlet profesional, tetapi juga di tingkat akar rumput masyarakat perkotaan.

 

Artikel Terkait