Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Pisang Goreng dan Kue Putu Masuk Daftar Hidangan Penutup Terbaik Versi TasteAtlas

 

Dua jajanan tradisional Indonesia, pisang goreng dan kue putu, kembali disebut sebagai bagian dari daftar makanan penutup atau dessert terbaik versi TasteAtlas. Pengakuan ini menunjukkan camilan sederhana yang akrab di warung dan pedagang keliling mampu menarik perhatian pengulas makanan dunia.

TasteAtlas menyusun peringkat dari penilaian pengguna dan memberi catatan bahwa hasilnya bukan kesimpulan akhir global. Karena daftar berubah seiring masuknya penilaian baru, posisi dan skor dapat berbeda dari waktu ke waktu. Redaksi sebaiknya mengecek halaman peringkat terkini serta tanggal pembaruannya sebelum mencantumkan angka.

Melansir dari kumparan.com pisang goreng sebelumnya juga menempati peringkat pertama dalam daftar deep-fried dessert terbaik dunia versi TasteAtlas pada Februari 2023, dengan skor 4,6 dari 50 hidangan dan berada di peringkat ke-22. Pisang goreng umumnya dibuat dari pisang kepok atau pisang raja yang dibalut adonan tepung dan digoreng, serta dikenal dengan banyak nama di daerah, misalnya gedhang goreng di Jawa dan godoh biu di Bali.

Tak hanya pisang goreng, kue putu yang merupakan kue tradisional berbentuk silinder berwarna hijau, dikukus dalam bambu, berisi gula merah, dan ditaburi kelapa parut juga masuk dalam jajaran kue terbaik dunia. Kue putu masuk dalam jajaran 50 besar kue terbaik dunia versi TasteAtlas mengalahkan sejumlah kue dari Eropa.

Bagi pelaku usaha kecil, pengakuan ini dapat menjadi peluang. Pedagang jajanan tradisional dapat memanfaatkannya untuk promosi, memperbaiki kemasan, dan menjangkau wisatawan. Pakar kuliner menilai pelestarian resep asli dan standar kebersihan tetap diperlukan agar kualitas terjaga.

Dengan penghargaan yang membanggakan ini, pengamat pariwisata menyebut kuliner sebagai pintu masuk budaya, sehingga publik diharapkan tidak hanya bangga atas peringkat, tetapi juga mendukung pedagang lokal dengan membeli dan mengenalkan jajanan tradisional ke generasi muda.

 

Artikel Terkait