Mulai 1 Agustus 2026, Biaya Lepas Status Warga Negara Indonesia WNI Alami Kenaikan
PP Nomor 30 Tahun 2026 menggantikan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif
Kebiasaan menatap layar gawai sejak bangun tidur hingga menjelang malam kini menjadi rutinitas harian mayoritas masyarakat perkotaan. Kebiasaan yang dilakukan dengan terus menerus ini akan ber-efek buruk bagi kesehatan mata dan harus segera dilakukan pengecekan.
Melansir dari Inews.id dokter spesialis mata dari Bethsaida Hospital Serang dr. Rina Wulandari, menjelaskan bahwa kebiasaan buruk tersebut membuat mata bekerja tanpa henti mengikuti aktivitas manusia sepanjang hari, memicu kondisi yang dikenal sebagai digital eye strain atau computer vision syndrome.
Rata-rata pekerja digital kini menghabiskan lebih dari delapan jam per hari di depan layar komputer maupun gawai. Semakin lama mata terfokus pada monitor, semakin jarang seseorang berkedip, sehingga permukaan mata menjadi lebih cepat kering.
Gejala yang umum dikeluhkan meliputi mata terasa perih dan kering, pandangan buram sementara, sakit kepala di area dahi, hingga sensitivitas berlebih terhadap cahaya. Jika gejala ini terus berulang meski sudah beristirahat, dokter menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata.
Sejumlah dokter mata di berbagai kota turut menyarankan penerapan aturan 20-20-20, yakni mengalihkan pandangan ke objek sejauh sekitar enam meter selama 20 detik setiap 20 menit menatap layar. Metode sederhana ini diklaim secara klinis mampu mengurangi kelelahan mata secara signifikan.
Selain itu, pengaturan kecerahan layar agar setara dengan pencahayaan ruangan, pengaktifan mode night light atau filter cahaya biru, serta istirahat mata secara berkala juga direkomendasikan sebagai langkah pencegahan.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut mencatat lebih dari 2,2 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan, dengan sebagian besar kasus berkaitan erat dengan pola hidup digital yang semakin intens.
Fenomena ini tidak hanya mengancam orang dewasa, tetapi juga anak-anak yang menjalani pembelajaran daring dengan waktu layar harian jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan, yaitu maksimal dua jam per hari untuk usia sekolah.