Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Suka Ngopi? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Kesehatan Ginjal

Kebiasaan minum kopi masyarakat Indonesia terus meningkat, tak hanya sebagai penambah energi, tetapi juga bagian dari gaya hidup sosial di berbagai kedai kopi yang menjamur di perkotaan. Untuk itu mengkonsumsi kopi perlu dengan takaran yang pas dan tidak boleh berlebihan.

Di tengah tingginya konsumsi kopi harian, sejumlah ahli gizi mengingatkan pentingnya memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan ginjal, organ vital yang berperan menyaring kotoran dan menyeimbangkan elektrolit dalam tubuh.

Melansir dari Antara Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebut orang dewasa sehat dapat menikmati hingga 400 miligram kafein atau setara sekitar empat cangkir kopi per hari.

Sejumlah ahli gizi dialisis menyebut asupan kopi moderat, sekitar dua hingga tiga cangkir standar per hari, umumnya aman bagi kebanyakan orang, termasuk sebagian penderita penyakit ginjal kronis, bahkan berpotensi mendukung kesehatan ginjal.

Kopi memiliki banyak manfaat untuk ginjal, satu gelap kopi mengandung lebih dari seribu senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Dalam sejumlah penelitian bahkan menyebut orang yang mengonsumsi dua cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko sekitar 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal kronis, diduga karena senyawa dalam kopi membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif, serta meningkatkan volume urine yang membantu mencegah pembentukan batu ginjal.

Bagi penderita hipertensi, disarankan untuk membatasi konsumsi kopi berkafein menjadi satu hingga dua cangkir per hari sembari terus memantau tekanan darah, karena kafein dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu. Jika tekanan darah tidak terkontrol dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko merusak pembuluh darah yang mengarah ke ginjal.

Ahli gizi menyarankan tetap menjaga hidrasi tubuh secara keseluruhan dengan cukup minum air putih, tidak hanya mengandalkan kopi sebagai sumber cairan utama. Bagi yang sensitif terhadap kafein namun tetap ingin merasakan manfaat senyawa dalam kopi, kopi tanpa kafein (decaf) disebut dapat menjadi alternatif karena tetap mengandung sebagian besar senyawa bermanfaat tanpa efek samping tinggi kafein.

Bagi penderita penyakit ginjal kronis atau kondisi kesehatan tertentu, disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan porsi konsumsi kopi yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.

 

Artikel Terkait