Cuaca Kering dan Perubahan Iklim, Ini Cara Merawat Kulit Wajah Agar Tak Kusam dan Kering
Kulit seseorang rentan kering saat cuaca panas dan berdebu karena lapisan pelindung kulit atau skin
Cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut kian ramai dibicarakan setelah sejumlah rumah sakit di Jakarta menggelar diskusi media membahas peningkatan kasus cedera ini, tidak hanya pada atlet profesional, tetapi juga masyarakat umum yang gemar berolahraga intensitas tinggi seperti padel, HYROX, hingga lari maraton.
Dikutip dari liputan6.com cedera ligamen krusiat anterior adalah salah satu ligamen utama penopang stabilitas sendi lutut yang mempunyai fungsi krusial. Menurut dokter spesialis ortopedi konsultan cedera olahraga dari RS Pondok Indah, Christian Silas menyampaikan jika cedera ini terjadi akibat gerakan memutar lutut secara tiba-tiba, pendaratan yang salah setelah melompat, atau berhenti mendadak saat berlari cepat.
Selain atlet, kelompok yang baru mulai rutin berolahraga dengan intensitas tinggi tanpa persiapan fisik memadai turut rentan mengalami cedera ini. Perempuan disebut secara anatomis lebih berisiko dibanding laki-laki, sehingga sejumlah rumah sakit kini mengembangkan program pencegahan cedera ACL khusus bagi atlet maupun penggiat olahraga perempuan.
Adapun cara yang dapat dilakukan untuk terhindar dari cedera tersebut seperti jangan lewatkan pemanasan sebelum berolahraga karena bisa membuat tubuh, termasuk refleks, jauh lebih siap menghadapi gerakan mendadak.
Tak hanya itu, latihan penguatan otot kaki dan otot inti (core) seperti squat dan lunges secara rutin juga tak kalah penting. Sementara itu bagi yang baru memulai olahraga high impact, disarankan berkonsultasi dengan fisioterapis untuk melatih teknik mendarat, berlari, dan berhenti yang lebih aman sebelum meningkatkan intensitas latihan.
Pemulihan pascacedera ACL, terutama yang memerlukan tindakan operasi rekonstruksi, membutuhkan waktu enam hingga dua belas bulan sebelum seseorang dapat kembali beraktivitas olahraga secara penuh. Riwayat cedera ACL juga meningkatkan risiko osteoartritis atau pengapuran sendi lutut di kemudian hari.
Jika mendengar bunyi "pop" pada lutut disertai nyeri, pembengkakan, serta rasa tidak stabil saat menahan beban tubuh setelah beraktivitas fisik, disarankan segera memeriksakan diri ke dokter spesialis ortopedi untuk mendapat penanganan yang tepat sejak dini, guna mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi lutut.