Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Mengenal Cacar Ular, Penyakit Kulit yang Bisa Menyerang Siapa Saja

 

Istilah cacar ular masih cukup asing bagi sebagian masyarakat, meski penyakit ini kerap dikeluhkan terutama oleh mereka yang berusia lanjut atau memiliki daya tahan tubuh lemah. Dalam istilah medis, cacar ular dikenal dengan nama herpes zoster, yakni infeksi virus yang menyebabkan ruam kulit disertai lepuhan berisi cairan yang terasa nyeri dan panas.

Herpes zoster disebabkan oleh reaktivasi virus Varicella zoster, yakni virus yang sama dengan penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus tersebut sebenarnya tidak benar-benar hilang dari tubuh, melainkan tetap berada dalam kondisi tidak aktif di dalam sel saraf selama bertahun-tahun. Pada kondisi tertentu, terutama saat sistem kekebalan tubuh menurun akibat stres, penyakit lain, atau bertambahnya usia, virus ini dapat aktif kembali dan menimbulkan gejala herpes zoster.

Berbeda dengan cacar air yang muncul menyebar di seluruh tubuh, ruam cacar ular umumnya hanya muncul di satu sisi tubuh mengikuti jalur saraf tertentu, paling sering di area dada, punggung, leher, atau wajah.

Sebelum ruam muncul, penderita biasanya mengalami gejala awal berupa rasa tidak enak badan, demam ringan, atau sensasi nyeri dan panas di area kulit yang bisa berlangsung dari satu hingga sepuluh hari.

Risiko herpes zoster meningkat seiring bertambahnya usia, dengan sekitar separuh kasus terjadi pada orang berusia di atas 50 tahun. Diperkirakan sekitar satu dari tiga orang yang pernah terkena cacar air berpotensi mengalami herpes zoster di kemudian hari.

Meski jarang terjadi berulang pada orang yang sama, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena berisiko menimbulkan komplikasi berupa nyeri saraf berkepanjangan yang dikenal dengan istilah neuralgia pascaherpetik, bahkan setelah ruam kulit sembuh sepenuhnya.

Penanganan sedini mungkin, idealnya dalam 72 jam sejak ruam pertama kali muncul, dinilai dapat membantu mempercepat penyembuhan sekaligus menekan risiko komplikasi. Vaksin zoster juga tersedia sebagai langkah pencegahan, khususnya bagi kelompok berusia 50 tahun ke atas atau mereka dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Masyarakat yang mengalami ruam disertai nyeri hebat di salah satu sisi tubuh diimbau segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


 

Artikel Terkait