Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Penyebab Kulit Badan Gatal-Gatal saat Malam Hari

Badan gatal bisa terjadi kapan saja yang tentunya akan menganggu aktifitas anda. Akan tetapi badan gatal dimalam hari bisa disebebkan oleh kebiasaan salah yang anda lakukan yang tentunya akan menganggu kualitas tidur. Berikut ini ada lima penyebab badan gatal dimalam hari.

Dikutip dari Kompas.com para ahli dermatologi menyebutkan bahwa gatal di malam hari berkaitan dengan kondisi tubuh, lingkungan, hingga kebiasaan sehari-hari. Untuk itu anda perlu membaca artikel ini hingga tuntas agar dapat mengetahui kebiasaan apa yang harus dirubah.

Selain faktor fisik, aspek psikologis juga bisa memengaruhi. Pada malam hari, ketika aktivitas berkurang dan tubuh mulai rileks, perhatian seseorang cenderung lebih fokus pada sensasi yang dirasakan tubuh, termasuk rasa gatal.

Menurut para ahli berikut ini ada sederet penyebab yang menyebabkan kondisi badan anda gatal saat malam hari. Ini beberapa penyebab kulit gatal saat malam hari yang perlu diketahui.

1.Kondisi kulit yang sudah ada bisa memburuk di malam hari

Salah satu penyebab utama kulit gatal saat malam adalah masalah kulit yang sudah ada sebelumnya, seperti eksim, psoriasis, atau kulit kering. Dokter kulit Supriya Rastogi menjelaskan, kondisi ini cenderung memburuk pada malam hari karena kulit kehilangan kelembapan secara alami saat tidur.

“Kondisi seperti eksim dan psoriasis sering memburuk di malam hari ketika kulit secara alami kehilangan kelembapan,” jelasnya, seperti dilansir PopSugar.

Hal ini berarti kulit menjadi lebih kering di malam hari, sehingga memicu rasa gatal yang lebih intens. Bahkan, kulit kering biasa pun dapat menyebabkan sensasi gatal jika tidak dirawat dengan baik.

2.Suhu tubuh yang meningkat 

Suhu tubuh juga berperan penting dalam memicu rasa gatal. Saat tubuh terasa panas, saraf yang sensitif terhadap suhu menjadi lebih aktif dan memperkuat sensasi gatal.

“Sensasi gatal sebagian besar ditransmisikan oleh serabut saraf yang sensitif terhadap suhu. Peningkatan suhu akan menurunkan ambang rangsang reseptor gatal,” tutur dokter kulit Quynh-Giao Sartor.

Semakin hangat suhu tubuh atau lingkungan, semakin mudah seseorang merasakan gatal. Hal ini sering terjadi ketika seseorang menggunakan selimut tebal atau tidur di ruangan yang panas.

3. Sprei dan pakaian tidur memicu iritasi

Meski bukan satu-satunya penyebab, sprei dan pakaian tidur tetap menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Bahan tertentu seperti wol atau fleece dapat memicu iritasi pada kulit. Menurut Rastogi, bahan-bahan tersebut tidak hanya terasa kasar, tetapi juga dapat meningkatkan suhu kulit, sehingga memperburuk rasa gatal.

Selain itu, sprei yang jarang diganti bisa menjadi tempat berkumpulnya debu, keringat, dan bakteri yang turut memicu iritasi kulit.  Oleh karena itu, menjaga kebersihan tempat tidur tetap penting untuk mencegah gatal.

4. Makanan dan minuman sebelum tidur

Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu sebelum tidur juga dapat memicu rasa gatal di malam hari. Rastogi menyebutkan, konsumsi kafein, alkohol, atau makanan pedas dapat meningkatkan aliran darah ke kulit, yang membuat kulit terasa lebih hangat dan rentan gatal.

Ia menyebutkan, kondisi ini bisa memperburuk sensasi gatal, terutama jika dilakukan secara rutin sebelum tidur.

5. Perubahan lingkungan 

Faktor lingkungan juga turut berpengaruh terhadap munculnya gatal di malam hari. Udara yang lebih kering, terutama di ruangan ber-AC atau saat cuaca dingin, dapat mengurangi kelembapan kulit.

“Perubahan lingkungan seperti kelembapan yang rendah dan udara kering dalam ruangan dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan terasa lebih gatal di malam hari,” ungkap dokter kulit Brendan Camp.

Kondisi ini membuat kulit lebih rentan iritasi dan memperparah rasa gatal, terutama jika tidak diimbangi dengan perawatan kulit yang tepat.

Dengan memahami penyebabnya, kamu bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengurangi keluhan ini, mulai dari menjaga kelembapan kulit hingga menghindari pemicu tertentu sebelum tidur. Jika rasa gatal terus berlanjut atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait