Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Kurang Tidur Ternyata Bisa Merusak Jantung, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kebiasaan begadang yang dianggap sepele ternyata menyimpan risiko kesehatan serius. Sejumlah penelitian terbaru yang dirilis sepanjang Juli 2026 menegaskan bahwa kurang tidur secara kronis dapat mengganggu fungsi jantung dan pembuluh darah, bukan sekadar membuat tubuh lelah keesokan harinya.

Dikutip dari kompas.com para peneliti menemukan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan gangguan fungsi endotel, yaitu lapisan tipis yang melapisi bagian dalam pembuluh darah. Gangguan ini menjadi salah satu tahap awal munculnya penyakit kardiovaskular. Selain itu, orang yang sering kurang tidur memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi yang jika berlangsung terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung.

Pekerja dengan jam kerja tidak teratur, mahasiswa dengan tuntutan akademik tinggi, serta masyarakat kota dengan kebiasaan begadang menjadi kelompok paling rentan mengalami dampak ini. Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan internasional menemukan bahwa partisipan yang mengurangi waktu tidur sekitar 80 menit setiap malam selama enam pekan mengalami kenaikan berat badan rata-rata, disertai peningkatan waktu tidak aktif sekitar 17 menit lebih lama setiap harinya dibandingkan saat pola tidur normal.

Kurang tidur tidak hanya memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar, tetapi juga membuat seseorang lebih mudah lelah sehingga cenderung mengurangi aktivitas fisik. Kondisi ini menciptakan lingkaran yang saling memperburuk antara kualitas tidur buruk dan penurunan aktivitas fisik harian.

Dalam laporan yang sama, sebagian besar penelitian menunjukkan orang dewasa membutuhkan tujuh hingga sembilan jam tidur setiap malam. Menariknya, sebuah studi terbaru yang meneliti penuaan biologis menemukan bahwa laju penuaan paling lambat terjadi pada orang yang tidur sekitar 6,4 hingga 7,8 jam per malam, meski kebutuhan tidur tetap bersifat individual tergantung usia dan kondisi kesehatan masing-masing.

Apabila kesulitan tidur berlangsung lebih dari beberapa minggu dan mulai mengganggu aktivitas harian, konsultasi ke tenaga medis disarankan agar penanganan dapat dilakukan sejak dini sebelum berdampak lebih jauh pada kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

 

Artikel Terkait