Studi: Konsumsi Telur dengan Jumlah Tertentu Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
Para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa menin
Membina hubungan pernikahan, kerap diwarnai pertengkaran. Untuk meredakan ketegangan dan masalah, salah satu jalan ditempuh dengan cara tidur. Tidur dinilai bisa membantu meredakan pasangan sedang bertengkar yang diselimuti marah.
Di sisi lain, ada seruan dari orangtua "Jangan tidur dalam kondisi marah!”
Marah atau kecewa terhadap sesuatu adalah normal. Sebaiknya menjelang tidur selesaikan marah yang dialami.
Melansir huffpost.com, kebijaksanaan hubungan konvensional mengatakan pasangan harus menyelesaikan perselisihan mereka sebelum tidur dan jangan tidur dalam keadaan masih marah satu sama lain.
Meskipun nasihat ini bertujuan baik, namun dalam beberapa kasus, nasihat ini justru memperburuk masalah yang ada.
Mengutip Times of India, jika tidur dalam kondisi kesal atau marah terhadap pasangan akan mengalami empat hal berikut ini:
1. Dampak Kesejahteraan Mental
Penelitian konsisten menekankan hubungan antara konflik belum terselesaikan dengan kesejahteraan mental.
Tidur dengan perasaan marah berkepanjangan bisa meningkatkan tingkat stres dan kemungkinan mengalami emosi negatif keesokan harinya.
Mengatasi masalah sebelum tidur tidak hanya meningkatkan kualitas tidur, tetapi berkontribusi menumbuhkan pola pikir lebih positif.
2. Komunikasi adalah Hal Terpenting
Komunikasi efektif menjadi fondasi dari setiap hubungan berkembang. Membiarkan perselisihan terus berlanjut bisa mengakibatkan rusak komunikasi, sehingga menimbulkan jarak emosional di antara pasangan.
Dengan mengatasi permasalahan dan konflik sebelum tidur, pasangan secara aktif mendorong dialog terbuka, sehingga memperkuat hubungan mereka.
3. Mencegah Kebencian Mendalam
Permasalahan tidak terselesaikan cenderung memburuk, sehingga berpotensi menimbulkan akumulasi kebencian seiring berjalan waktu.
Tidur terus-menerus dengan amarah tidak terselesaikan bisa memicu pola penghindaran dan rasa frustasi secara diam-diam.
Menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan segera menjadi tindakan pencegahan terhadap penumpukan perasaan negatif bisa merusak fondasi suatu hubungan.
4. Mendorong Keintiman Emosional
Menyelesaikan konflik sebelum tidur memupuk keintiman emosional. Berbagi kerentanan, mengungkapkan perasaan dan menghadapi tantangan secara kolaboratif membentuk rasa saling pengertian dan kedekatan.
Hubungan emosional ini merupakan elemen penting untuk kesuksesan dan kepuasan jangka panjang dalam suatu hubungan.(*)