Kartini Media
Ilustrasi bangun pagi tanpa bantuan alarm. Foto: Freepik

Ini Cara Bisa Rutin Bangun Pagi Tanpa Alarm, Salah Satunya Dapat Cahaya Pagi

Cara bangun pagi menjadi kebutuhan banyak orang. Bukan hanya bagi mereka yang terlalu malas atau membenci bangun pagi, tetapi juga bagi mereka tidak dapat bangun pagi karena berbagai faktor seperti kondisi kesehatan dan efek obat-obatan.

Dikutip dari Healthline, beberapa kondisi medis bisa menyebabkan sulit bangun pagi, seperti parasomnia, sleep apnea, kekurangan tidur, stres dan kecemasan, depresi, gangguan ritme tidur sirkadian dan mungkin karena sakit kronis.

Kekurangan tidur bisa disebabkan karena kualitas tidur kurang baik sehingga memungkinkan sulit bangun pagi.

Dilansir dari sleepfoundation.org, orang dengan sebutan “morning person” biasanya membuka mata mereka setelah mengalami tidur malam yang nyenyak. Oleh karena itu, cara bangun pagi yang utama berkaitan dengan pengaturan tidur. Tidur lebih berkualitas akan memungkinkan lebih mudah bangun pagi.

Buat sebagian orang, bangun pagi memang bukan urusan mudah. Alarm jadi satu-satunya andalan agar bisa bangun pagi. Namun, sering kali, bangun tidur karena alarm menandakan tubuh tidak mendapatkan jam tidur yang cukup. Merasa aman akan adanya alarm, maka bisa seenaknya saja tidur malam selarut apa pun.

Mengutip Business Insider, seorang psikoterapis Dr. Mike Dow dan berbagai sumber mengungkap cara bisa bangun pagi tanpa bantuan alarm.

Ilustrasi membaca buku sebagai cara relaksasi sebelum tidur. Foto: Freepik

Rileks saat Malam Hari

Saat malam tiba, usahakan melakukan hal yang membuat tubuh rileks. Menurut Mike Dow, agar dapat terbangun pukul 05.00, alat elektronik harus dimatikan pukul 19.00-20.00.

Sementara itu, membantu menenangkan pikiran bisa dengan membaca buku, mandi air hangat sebelum tidur, bermeditasi, membuat secangkir teh chamomile, dan meredupkan lampu.

Kompresi Tidur

Salah satu teknik paling ampuh menyetel kembali ritme tidur dengan cara sleep compression atau kompresi tidur.

Kompresi tidur merupakan metode modifikasi perilaku bagi insomnia mencakup pengurangan waktu tidur secara bertahap hingga target total waktu tidur tercapai.

Selama satu minggu, bangunlah sedikit lebih awal, dengan mengurangi hingga 30 menit per harinya. Sebagai contoh, jika harus tidur pukul 22.00 bukan 23.00, coba kembalikan waktu tidur secara bertahap dalam kelipatan 15 menit atau pukul 22.45 selama minggu pertama, 22.30 selama minggu kedua, dan 22.15 selama minggu ketiga.

Melakukan transisi secara perlahan akan memberi tubuh lebih banyak waktu menyesuaikan diri dengan jadwal baru dan membuat lebih mudah tertidur.

Cahaya Pagi

Mendapatkan cahaya pagi bisa dilakukan dengan berjalan-jalan santai atau minum kopi di dekat jendela menghadap matahari terbit. Cahaya pagi membantu memprogram ulang ritme sikardian.

Jaga Waktu Bangun Tetap Stabil

Konsisten menjadi kunci, sehingga jaga waktu tidur dan bangun tetap stabil selama tujuh hari dalam seminggu. Apabila harus bepergian berbeda zona waktu, jika memungkinkan sebaiknya tetap gunakan jam zona waktu asli.

Kesabaran

Dalam beberapa minggu awal melakukan kebiasaan ini, seseorang mungkin menyadari bahwa dirinya terbangun sebelum alarm berbunyi.

Namun, setelah berbulan-bulan, seseorang mungkin tidak lagi membutuhkan alarm sama sekali. Sehingga, bisa mendapatkan tidur cukup dan memanfaatkan pagi untuk kegiatan produktif.(*)

Artikel Terkait