Iis Dahlia Murka dengan Konten Kumis Palsu yang Sedang Viral
Meski konten tersebut merupakan sebuiah parodi, Iis Dahlia mengaku geram melihat hal tersebut.
Ada perubahan yang terasa di pusat perbelanjaan dan kompleks perumahan di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Di mana dulu ada ruang kosong atau toko yang tutup, kini berdiri studio pilates dengan pencahayaan lembut dan aroma minyak esensial, atau lapangan padel berpagar kaca dengan suara bola yang memantul riang. Dua olahraga ini bukan sekadar aktivitas fisik biasa mereka telah bertransformasi menjadi simbol gaya hidup urban masa kini.
Menurut laporan Medical Wellness Indonesia mencatat bahwa pilates merupakan salah satu olahraga yang paling konsisten menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan perempuan. Olahraga ini populer karena manfaatnya yang beragam: meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, mengurangi stres, serta memperbaiki postur tubuh. Gerakannya yang lembut namun terstruktur membuat pilates cocok untuk segala usia dan kondisi fisik dari pemula hingga atlet profesional, dari ibu hamil hingga lansia aktif.
Di kota-kota besar, berbagai jenis kelas pilates bermunculan: pilates dasar untuk pemula, pilates reformer yang menggunakan alat khusus, hingga sesi daring yang memungkinkan latihan dari rumah. Menurut Media Indonesia, tren pilates meningkat karena masyarakat mulai mengutamakan olahraga yang bukan hanya membentuk tubuh, tetapi juga membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Sementara itu, padel mengambil jalur yang berbeda. Olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash ini datang dari Spanyol dan meledak popularitasnya di Bali melalui komunitas turis, sebelum akhirnya menyebar ke Jakarta dan kota-kota lain.
Melansir dari PadelIndonesia.org mencatat bahwa komunitas padel tumbuh sangat cepat dalam waktu singkat. Beberapa turnamen lokal mulai digelar secara rutin, dan pelatihan untuk pelatih padel resmi sudah dimulai di beberapa kota besar. Daya tarik padel terletak pada sifatnya yang inklusif dimainkan secara berpasangan, mudah dipelajari oleh pemula, dan menawarkan pengalaman kompetitif yang menyenangkan tanpa terlalu teknis.
Yang menarik dari fenomena kedua olahraga ini adalah dimensi sosialnya. Pilates menciptakan komunitas yang saling mendukung lewat sharing tips kesehatan di grup online. Padel mempertemukan orang-orang di klub untuk berlatih dan bersantai bersama. Studio dan lapangan kini tidak hanya menyediakan fasilitas olahraga, tetapi juga kafe, lounge, dan ruang berkumpul yang nyaman.
Media sosial turut memperkuat tren ini. Banyak orang membagikan aktivitas pilates mereka dengan latar matras pastel dan musik tenang, sementara pemain padel mengunggah foto-foto seru usai pertandingan. Kombinasi antara kesehatan fisik, kepuasan mental, dan identitas sosial inilah yang membuat pilates dan padel bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari cara orang Indonesia mendefinisikan diri mereka di era modern.