Kartini Media
Ilustrasi ibu melakukan komunikasi dengan anaknya. Foto: Freepik

Tips Mendidik Anak agar Menjadi Penurut, Orangtua Wajib Tahu

Tidak semua orangtua paham cara mendidik anak dengan baik. Orangtua butuh waktu belajar bagaimana cara menjadi orangtua yang baik, bagaimana mendidik supaya anak menurut dengan orangtua, serta bagaimana berkomunikasi baik dengan anak.

Banyak orangtua mungkin kewalahan karena anaknya gemar membangkang. Apa pun disuruh orangtua, cenderung dibantah. Bila itu terjadi, jangan langsung memarahi anak, sebab bisa jadi, orangtua tanpa sadar mengajari hal buruk pada anak.

Hipnoterapis klinis Dra. MTh. Widya Saraswati, CCH, CT menerangkan seringkali orangtua tidak menyadari kalau memberikan perintah berupa label negatif itu adalah pertanda kalau anaknya tunduk dan patuh pada orangtua.

"Coba ingat, Anda menyuruh apa pada anak? bilang dia jangan malas, jangan rewel, jangan berantakin mainannya. Lantas, bila ia melakukan apa yang Anda suruh dengan malas, rewel, berantakan, itu salahnya. Tidak, itu artinya dia percaya dan fokus pada perintah orangtua. Ingat, yang ada di pikiran bawah sadar anak sangat kuat dan mereka cerdas sehingga apapun yang Anda katakan akan menempel padanya," kata perempuan yang mendapatkan lisensi Certified Clinical Hypnotherapist (CCH), Adi W Gunawan Institute of Mind Technology, Surabaya dikutip dari liputan6.com.

Jadi apa yang salah? Widya menuturkan, orangtua yang salah memberi perintah atau label negatif buruk pada anak.

"Tidak ada anak bermasalah, yang ada adalah orangtua bermasalah. Cobalah mulai memberikan perintah dan label positif pada anak sehingga dia pun akan menurut," tukasnya.

Penelitian diungkap GLOBALPARTNERSHIP.org menunjukkan bahwa ketika orangtua terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka, membuat anak lebih terlibat dengan pekerjaan sekolah dan bisa mencapai hasil belajar yang lebih baik. Ini sangat berarti bagi manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang.

Berikut adalah beberapa tips bagi orangtua untuk mendidik anaknya supaya menjadi pribadi penurut dikutip dari berbagai sumber:

Memberi Contoh yang Baik

Orangtua adalah contoh utama bagi anak-anak. Perilaku dan sikap orangtua akan memberikan panduan bagaimana anak seharusnya bersikap terhadap orang lain, termasuk bersikap patuh dan disiplin terhadap orangtua sendiri.

Ajarkan anak menghormati orang lain, berempati, bersikap jujur, dan sebagainya. Dengan begitu, kepribadian anak akan terbentuk dengan baik.

Jalin Komunikasi Terbuka

Komunikasi terbuka antara orangtua dan anak sangatlah penting. Berikan ruang bagi anak-anak berbicara tentang pendapat dan perasaan mereka.

Orangtua perlu mendengarkan dengan seksama yang disampaikan anak. Hal ini akan membuat anak merasa didengar dan menaruh kepercayaan terhadap orangtua.

Selain itu, hal ini juga membantu membangun rasa saling pengertian antara anak dan orang tua.

Konsisten dengan Peraturan

Orangtua perlu memberikan peraturan kepada anak sehingga anak paham akan batasan mengenai perilaku mereka.

Mengajarkan peraturan kepada anak membentuk anak menjadi pribadi penurut dan disiplin.

Komunikasikan peraturan tersebut kepada anak dengan kalimat yang mudah dimengerti.

Orangtua konsisten dalam penerapan aturan dan konsekuensinya kepada anak. Anak akan cenderung lebih mematuhi aturan jika tahu bahwa aturan tersebut selalu ditegakkan.

Terapkan Rutinitas

Terapkan rutinitas dan kebiasaan kepada anak membantu mendidik anak supaya menjadi pribadi penurut.

Dengan menerapkan rutinitas terjadwal, anak akan belajar konsisten dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hal ini membuat anak memahami tentang waktu yang terjadwal dan kegiatannya dengan baik.

Ilustrasi ibu sedang memberikan dukungan kepada anaknya. Foto: Freepik

Berikan Pujian dan Dorongan

Selalu berikan pujian saat anak menunjukkan ketaatan dan perilaku yang baik. Hal ini akan memotivasi anak selalu berbuat baik.

Orangtua bisa memberikan pujian secara verbal maupun penghargaan berupa hadiah kecil. Penting memuji anak secara bijaksana dan konsisten bagi orangtua.

Hindari Bersikap Kasar dan Berteriak

Bertindak tegas kepada anak bukan berarti orangtua bisa berteriak dan berlaku kasar.

Hal ini akan memperburuk keadaan. Anak akan merasa takut dan trauma kepada orangtua. Keadaan tersebut malah akan membuat anak menjadi tidak mau menurut.

Nasihati anak dengan lembut dan kata-kata yang mudah dicerna oleh anak. Jika anak masih tidak mau menurut, coba berikan gambaran perasaan orangtua yang khawatir jika anaknya tidak mau menurut.

Meibatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan

Berikan kesempatan bagi anak-anak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi mereka.

Misalnya dalam menentukan jadwal kegiatan atau pilihan makanan. Hal ini akan memberikan rasa kontrol yang sehat dan mengajarkan anak tentang rasa tanggung jawab.(*)

Artikel Terkait