Kartini Media
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Freepik

5 Negara Cuti Melahirkan Paling Lama, Ada 58 Minggu

Para ibu merangkap pekerja melahirkan kini bisa mendapat cuti paling lama hingga enam bulan, setelah DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan menjadi Undang-undang (UU).

Pengesahan dilakukan dalam rapat paripurna DPR ke-19 masa persidangan V tahun sidang 2023-2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (4/6/2024).

“Apakah Rancangan Undang-undang tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan dapat disetujui untuk disahkan menjadi Undang-undang? Setuju ya,” ujar Ketua DPR Puan Maharani diikuti ketukan palu.

Mengacu pasal 4 ayat 3, berikut ketentuan cuti melahirkan bagi pekerja perempuan: Paling singkat 3 bulan pertama, paling lama 3 bulan berikutnya jika terdapat kondisi khusus dibuktikan dengan surat keterangan dokter.

Indonesia bukan negara pertama menerapkan cuti melahirkan pekerja perempuan dalam waktu cukup lama. Beberapa negara sudah menerapkannya dengan jangka waktu lebih lama.

Mengutip berbagai sumber, berikut 5 negara dengan cuti melahirkan paling lama di dunia:

Bulgaria

Melansir dari ILO, negara ini menawarkan cuti selama 58 minggu atau sekitar 410 hari setara dengan 14 bulan bagi ibu melahirkan.

Menurut laman Ruskow Law, cuti selama 410 hari itu dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu: 45 hari sebelum tanggal kelahiran, 42 hari setelah kelahiran dengan menyertakan surat menyatakan bahwa bersangkutan sedang melahirkan sehingga tidak mampu menjalankan pekerjaannya, dan 48 hari setelah keluar dari rumah sakit dengan ketentuan menyertakan surat ketidakmampuan bekerja dari dokter.

Sisa cuti melahirkan, yakni 275 dari 410 hari bisa diajukan dengan permohonan tertulis dari ibu ke tempat kerja dengan melampirkan akta kelahiran anak.

Selama cuti, pekerja berhak mendapat kompensasi cuti hamil berdasarkan layanan iuran asuransi dimilikinya.

Yunani

Melansir dari ILO, cuti melahirkan dibagi menjadi 2 periode, yaitu: 17 minggu cuti persalinan, dan 6 bulan cuti tambahan.

Selama 17 minggu cuti, pekerja bakal mendapatkan kompensasi gaji 100 persen.

Sementara pada 6 bulan cuti berikutnya, pekerja berhak mendapat kompensasi pembayaran minimal sebesar nominal disepakati secara nasional.

Inggris

Melansir laman resmi Pemerintahan Inggris, cuti melahirkan menurut undang-undang di negara tersebut adalah 52 minggu terdiri dari 26 minggu pertama disebut cuti hamil, dan 26 minggu terakhir disebut cuti hamil tambahan.

Selama cuti, pekerja perempuan berhak mendapat tunjangan persalinan dibayarkan hingga 39 minggu dengan ketentuan sudah disepakati.

Slovakia

Slovakia memberikan cuti melahirkan kepada pekerja perempuan selama 34 minggu.

Cuti melahirkan itu dimulai dengan 6 minggu sebelum tanggal melahirkan, kemudian sisa cuti berikutnya digunakan setelah bayi lahir.

Selama cuti, pekerja perempuan akan menerima gaji sebesar 64 persen dari penghasilan sudah ditetapkan.

Kroasia

Melansir dari Leave Network, pekerja perempuan di Kroasia berhak mendapat cuti melahirkan selama 98 hari, terbagi ke dalam 28 hari sebelum tanggal kelahiran dan 70 hari setelah kelahiran.

Dalam keadaan tertentu, cuti bisa dimulai 45 hari sebelum tanggal perkiraan persalinan dengan catatan ada penilaian medis. Selama cuti, pekerja berhak mendapat 100 persen dari penghasilan rata-rata.(*)

Artikel Terkait