Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Aplikasi ChatGPT belum diluncurkan untuk pengguna Android. Dan jika Anda menemukan aplikasi apa pun mengaku sebagai ChatGPT, Anda harus menahan diri tidak menggunakannya karena aplikasi tersebut bisa jadi malware berbahaya yang dirancang mencuri informasi pribadi Anda.
Baru-baru ini menunjukkan ada masalah berkembang dengan malware di ponsel Android. Malware adalah perangkat lunak berbahaya yang menyebabkan kerusakan atau mencuri informasi dari ponsel Anda.
Dalam kasus ini, malware berpura-pura menjadi chatbot AI populer yang disebut ChatGPT digunakan banyak orang.
Para peneliti Palo Alto Networks Unit 42 menemukan malware mulai muncul sekitar waktu yang sama ketika OpenAI merilis GPT-3.5 dan GPT-4.
Varian malware secara khusus menargetkan orang-orang tertarik menggunakan alat ChatGPT. Ada dua jenis malware aktif diidentifikasi para peneliti seperti dikutip dari IndiaToday.in.
Salah satunya disebut Trojan Meterpreter, dan menyamar sebagai aplikasi disebut "SuperGPT”.
Malware lainnya berpura-pura menjadi aplikasi ChatGPT yang sebenarnya, tetapi secara diam-diam mengirimkan pesan ke nomor telepon.
Para peneliti menemukan sampel Android Package Kit (APK) berbahaya merupakan jenis file digunakan menginstal aplikasi pada perangkat Android.
APK berbahaya ini merupakan versi modifikasi dari aplikasi asli. Aplikasi yang sah adalah asisten AI berdasarkan versi terbaru ChatGPT.
Jika seseorang tertipu dan menginstal versi berbahaya ini, ini memungkinkan penyerang mengendalikan ponsel Android orang tersebut dari jarak jauh.
Lebih jauh lagi, para peneliti menemukan kelompok sampel malware lain dalam format APK.
Sampel-sampel ini tampak polos di permukaan, menampilkan halaman web dengan informasi tentang ChatGPT.
Namun, mereka menyembunyikan tujuan jahat di bawah permukaan, seperti yang diungkapkan dalam laporan tersebut.(*)