Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Miliarder Jay Bloom dan putranya, Sean ditawari dua kursi di kapal selam Titan yang naas, tetapi mereka menolak karena masalah keamanan dan penjadwalan.
Pengembang real estate Amerika berbasis di Las Vegas itu mengatakan pengusaha Pakistan Shahzada Dawood dan putranya Suleman yang akhirnya mengambil tempat duduk yang tersedia.
Shahzada Dawood dan putranya yang menjadi korban Kapal Selam Titan. Foto: Istimewa
Dawood dan Suleman termasuk lima orang tewas seketika saat kapal selam itu meledak dalam misi menjelajahi bangkai kapal Titanic di Atlantik Utara.
“Setiap kali saya melihat foto pengusaha Pakistan itu dan putranya yang berusia 19 tahun, saya berpikir betapa mudahnya itu terjadi pada saya dan putra saya yang berusia 20 tahun, tetapi ini berkat rahmat Tuhan," kata Bloom kepada Reuters.
"Pada bulan Februari, Stockton meminta saya dan Sean ikut menyelam bersamanya ke Titanic pada bulan Mei. Kedua penyelaman Mei ditunda karena cuaca dan penyelaman ditunda hingga 18 Juni, tanggal perjalanan ini," jelas Bloom.
Bloom tertarik menjelajahi Titanic. Namun semakin membaca tentang kapal selam Titan semakin ia khawatir tentang keamananya.
Jadi ia memutuskan menolak kesempatan terakhir bergabung dengan ekspedisi terakhir Titan. Namun CEO OceanGate Stockton Rush tak menyerah merayunya ikut.
Dalam postingan Facebook yang dibagikan Bloom, ia membagikan pesan teks antara dirinya dan Rush yang berulang kali meyakinkan bahwa kekhawatirannya "bodoh".
Rush menawari Bloom dan putranya tempat duduk, bahkan mendiskon harga tiket menjadi 150 ribu dolar Amerika Serikat (Rp2,2 miliar) untuk tempat di menit-menit terakhir dalam pelayaran naas itu.
Ia juga menggambarkan perjalanan "jauh lebih aman daripada terbang dengan helikopter atau scuba diving".
"Saya yakin dia benar-benar percaya apa yang dia katakan. Tapi dia salah besar." kata Bloom.(*)