Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Enam tahun lalu, Richard Vargas kehilangan tangannya dalam sebuah ledakan dinamit, sebuah kejadian biasa terjadi di Bolivia, dimana bahan peledak ini begitu lazim digunakan sehingga seorang senator pernah mengusulkan untuk menjadikannya sebagai warisan nasional, seperti dilansir dari Reuters.
Ketika ia terbangun dua minggu kemudian di rumah sakit, Vargas mulai menghadapi kesulitan, ia kehilangan tangannya, diamputasi.
Akibatnya, Vargas kehilangan pekerjaannya sebagai pekerja logam, berjuang membayar tagihan dan menghadapi diskriminasi sosial.
Sekarang, ia memakai dua tangan palsu hiperrealistis yang memungkinkannya berjalan tanpa disadari, menulis, makan menggunakan alat makan, dan melakukan banyak hal lainnya.
"Saya merasa seperti orang normal," katanya.
Ilustrasi menggunakan tangan palsu, Foto: Reuters
Di Bolivia, kaki dan tangan palsu sebagian besar diimpor dari Eropa atau Amerika Utara, dimana mereka dirancang untuk meniru kulit putih dan harganya mencapai ribuan dolar, setara dengan lebih dari enam tahun upah minimum di negara Amerika Selatan.
Hal ini mendorong insinyur elektro mekanik Bolivia, Antonio Riveros mendirikan Creotec, sebuah perusahaan pembuat kaki dan tangan palsu sebagian besar melayani masyarakat berpenghasilan rendah di Bolivia dengan harga serendah $300 (Rp4,5 juta).
Di bengkel Creotec, para seniman dan teknisi silikon berhati-hati mendesain tangan dan kaki palsu semirip mungkin dengan usia dan warna kulit pasien, menambahkan kerutan, pigmentasi kuku, dan bahkan rambut-rambut kecil.
"Banyak penyandang disabilitas dan amputasi merasa terisolasi, mereka tidak meninggalkan rumah, banyak yang putus sekolah dan kehilangan pekerjaan," kata Riveros, dengan mengatakan bahwa prostetik yang realistis lebih dari sekadar bantuan fisik.
"Tiga dari 10 dari mereka memiliki keinginan untuk bunuh diri dan sebagian besar mengalami depresi. Kami menyadari bahwa masalahnya lebih bersifat psikologis daripada fisik,” tambah Riveros.
Prostetik buatan Creotec milik Vargas cukup realistis untuk dianggap sebagai tangan aslinya. Dia mendapatkan posisi lamanya kembali di sebuah bengkel aluminium dan juga mengukir batu nisan sebagai pekerjaan sampingan.
"Dulu semua orang melihat saya, mereka melihat saya tidak memiliki tangan dan saya selalu meminta bantuan orang lain," kata Vargas.
"Sekarang saya bisa melakukan hal-hal saya sendiri dan berjalan dengan normal, saya bisa mengenakan jaket dan tidak ada yang memperhatikan,” ungkap Vargas.(*)