Kartini Media
Ilustrasi perempuan menggunakan masker. Foto: Freepik

Eris Terdeteksi di Indonesia, Ahli Sarankan Warga Tetap Gunakan Masker

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyebut varian Covid-19 baru, Eris, sudah teridentifikasi di Indonesia. Bahkan epidemiolog meminta masyarakat tetap menggunakan masker untuk mengurangi risiko penularan.

Himbauan Pakai Masker

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat melepas masker meski saat ini Covid-19 sudah dianggap seperti flu biasa.

Meski begitu, Jokowi meminta agar masyarakat khususnya yang merasa sedang sakit untuk tetap memakai masker. Selain untuk menghindari orang lain tertular, orang yang sedang sakit juga lebih rentan tertular virus, termasuk varian Eris.

"Jadi untuk sakit gak enak badan kita imbau untuk menggunakan masker kita edukasi ke masyarakat. Semua usia bisa terkena, terutama yang komorbid ini lebih berisiko," jelas Jokowi dikutip dari detik.com.

Virus Eris

Virus Covid-19 varian baru, EG.5.1, mulai menyebar luas di Inggris dan sejumlah negara. Varian tersebut menjadi kekhawatiran baru karena menyebar dengan cepat.

Varian EG.5.1 atau 'Eris' menyebar di Inggris sejak akhir Juli 2023 dan menimbulkan kenaikan pasien rawat inap.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah mengklasifikasi varian Eris sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian yang diawasi.

Langkah tersebut dilakukan setelah varian 'Eris' prevalensinya terus meningkat di Inggris dan di beberapa negara lain, seperti Asia.

Eris sudah mendominasi 20 persen dari sekuen ada di Asia, 10 persen sekuen di Eropa, dan 7 persen sekuen di Amerika Utara.

Merujuk pada data coronavirus.data.gov.uk, jumlah kasus positif di Inggris melonjak 27,8 persen atau sekitar 887 dalam tujuh hari pada periode 23-29 Juli 2023.

Data UKHSA juga menunjukkan angka positivity rate naik menjadi 5,4 persen pada pekan lalu, dari 3,7 persen sebelumnya.

Layanan kesehatan Inggris (NHS) melaporkan jumlah pasien yang dirawat meningkat hampir 50 persen menjadi 253 orang pada 27 Juli, dari 127 orang pada pekan sebelumnya.

Kenaikan pasien tersebut menjadi kekhawatiran karena jumlahnya sudah turun tajam sejak Maret tahun lalu.

Jepang adalah negara di luar Inggris melaporkan kasus varian Eris terbanyak.

Salah satu faktor penyebab cepatnya infeksi Eris adalah libur musim panas serta rilis film Barbie dan Oppenheimer atau Barbenheimer. Kedua film yang dirilis bersamaan pada akhir Juli tersebut menciptakan banyak kerumunan, terutama di bioskop.

"Kami terus memonitor jumlah kenaikan kasus pada minggu ini. Kami memang melihat ada peningkatan pasien di rumah sakit, terutama di kalangan pasien berusia lanjut," tutur kepala imunisasi Inggris UKHSA, Dr. Mary Ramsay, dikutip dari Daily Mail.

Professor Lawrence Young, dari Warwick University, menjelaskan varian Eris lebih cepat menyebar dengan cepat di kawasan Asia.

Sejauh ini varian Eris belum terbukti lebih mematikan dibandingkan varian lain.(*)

Artikel Terkait