Nilai Rapot El Barack A Semua, Jessica Iskandar Kaget Tapi Juga Bangga
Prestasi yang diraih El Barack ini dirasa Jessica sangat istimewa karena putranya memiliki kemandiri
Polusi udara Jakarta menjadi topik nasional. Selain membahayakan lingkungan, polusi udara juga membahayakan kesehatan manusia. Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi polusi udara, salah satunya dengan hujan buatan.
Hujan Buatan
Minggu sore (27/8/2023), wilayah Jakarta Selatan, Depok, Tangerang Selatan, Bogor dan Bekasi diguyur hujan sesaat. Hujan tersebut merupakan hujan buatan atau hasil rekayasa. Hujan buatan merupakan bagian dari Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Dikutip dari laman BRIN atau Badan Riset dan Inovasi Nasional, TMC bukan barang baru bagi Indonesia. Sejak 1977, hujan buatan itu sudah dimulai.
Ide itu muncul, saat Presiden Soeharto melihat pertanian di negara Thailand cukup maju. Setelah diamati, majunya pertanian Thailand disebabkan karena supply kebutuhan air pertanian dibantu oleh modifikasi cuaca.
Lalu, tahun 2015 mulai dikenal istilah TMC sesuai dengan Peraturan Kepala BPPT Nomor 10 Tahun 2015 mengubah nomenklatur UPT Hujan Buatan menjadi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca.
Pada tahun 2021 setelah terintegrasi ke BRIN, kini pelayanan TMC berada di Laboratorium Pengelolaan TMC di bawah Direktorat Pengelolaan Laboratorium, Fasilitas Riset dan Kawasan Sains dan Teknologi.
Tujuan Hujan Buatan
Tren permintaan TMC kemudian meluas sesuai kebutuhan, seperti penanggulangan kebakaran hutan dan pembasahan lahan gambut, penangulangan banjir dan pengurangan curah hujan ekstrem, hingga pengamanan infrastruktur dan acara besar kenegaraan.
Pertama kali, operasi TMC bertujuan untuk mengurangi curah hujan diaplikasikan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan SEA Games XXVI Palembang 2011, kemudian dilakukan untuk penanggulangan banjir Jakarta tahun 2013, 2014, dan 2020, Moto GP Mandalika 2022, hingga yang terakhir KTT G20 tahun 2022.
Terbaru, TMC hujan buatan dilakukan mengatasi persoalan polusi udara Jakarta.
Dikutip dari Bisnis, modifikasi cuaca dilakukan di Jakarta untuk mengatasi polusi udara, dan berdasarkan masukan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Modifikasi cuaca sudah dilakukan 19-21 Agustus 2023. Lebih lanjut, berdasarkan prediksi BMKG, saat itu ada potensi hujan antara 19-21 Agustus 2023 di wilayah Jabodetabek, meski peluangnya hanya 50-70 persen. Modifikasi cuaca Jakarta mulai dilakukan dari lokasi posko Lanud Husein Sastranegara Bandung.
Tahapan Pembuatan Hujan Buatan
Dilansir dari Live Science, terdapat beberapa tahap membuat hujan buatan:
1. Hujan buatan bisa terjadi dengan menaburkan zat glasiogenik seperti argentium iodida atau perak iodida.
2. Penaburan bahan kimia tersebut dilakukan pada ketinggian 4.000-7.000 kaki dengan mempertimbangkan faktor arah angin dan kecepatan angin.
3. Penaburan bahan juga dilakukan pada saat pagi hari. Hal ini karena biasanya awan hujan alami terjadi pada pagi hari.
4. Selain zat glasiogenik, juga bisa menggunakan bahan kimia lain seperti zat higroskopis seperti garam, CaC12, dan urea. Garam dan CaC12 ditaburkan ke awan yang ada di langit dengan pesawat terbang, kecuali urea.
5. Setelah ditaburkan, bahan kimia tersebut akan memengaruhi awan untuk berkondensasi dan membentuk awan yang lebih besar dan mempercepat terjadinya hujan.
6. Setelah garam atau CaC12 yang berhasil membuat awan berkondensasi, taburkan bubuk urea. Urea ini membantu dalam pembentukan awan besar dan berwarna abu-abu. Urea ditaburkan pada siang hari.
7. Setelah awan hujan terbentuk, larutan bahan kimia kemudian ditaburkan kembali. Larutan tersebut adalah air, urea, dan amonium nitrat. Larutan ini untuk mendorong awan hujan membentuk butir air.
Hujan buatan tentu memberikan dampak positif, terlebih pada saat kemarau panjang. Selain itu manfaat lain hujan buatan adalah:
- Dapat mengatasi kekeringan.
- Dapat mengatasi masalah kabut asap akibat kebakaran hutan.
- Dapat dimanfaatkan memadamkan api pada kebakaran hutan yang cakupannya luas.
- Dapat membantu pengisian air waduk atau danau keperluan irigasi, pembangkit listrik tenaga air, dan lainnya.
Disamping dampak positif, hujan buatan memiliki dampak negatif, diantaranya:
- Jika tidak diperhitungkan takarannya, bahan kimia digunakan untuk hujan buatan bisa menimbulkan hujan asam dan berbahaya bagi terkena airnya.
- Bisa menimbulkan pencemaran tanah, karena hujan buatan biasanya mengandung garam dalam jumlah banyak.
- Dapat mengakibatkan banjir jika tidak tepat sasaran.
- Dapat merubah siklus hidrologi yang akan membahayakan pasokan air tanah di musim kemarau.
- Dapat menimbulkan kerugian materi cukup besar jika hujan turun dari hasil hujan buatan yang tidak tepat sasaran.(*)