Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Kasus Campak Masih Ditemukan di Awal Agustus 2026, Kemenkes Ingatkan Pentingnya Imunisasi Lanjutan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat kasus campak di Indonesia masih terus muncul secara sporadis, meski secara nasional tren kasus telah menurun signifikan dibandingkan awal tahun. Untuk itu Kemenkes mengimbau kepada masyarakat untuk segera melakukan tidakan seperti imunisasi.

Berdasarkan laporan rutin surveilans penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I), tercatat 21.101 kasus campak yang tersebar di 383 kabupaten/kota di 36 provinsi hingga 1 Agustus 2026.

Dikutip dari alomedika Direktur Imunisasi Kemenkes RI, Indri Yogyaswari, menegaskan bahwa penurunan kasus secara nasional tidak boleh membuat masyarakat maupun pemerintah daerah lengah, karena penularan masih terjadi di beberapa titik yang berpotensi memicu lonjakan kembali jika tidak diwaspadai.

Sebagai catatan, lonjakan kasus campak sempat menyita perhatian publik pada awal tahun 2026 dan memicu peningkatan fatalitas pada anak-anak, sebelum langkah intervensi cepat pemerintah berhasil menekan angka kasus hingga 93 persen pada pertengahan Maret 2026. Namun, potensi penularan disebut belum sepenuhnya hilang, terutama di lingkungan yang padat interaksi.

Kemenkes menyoroti kelompok usia anak sekolah sebagai salah satu titik krusial penularan campak, mengingat lingkungan sekolah yang padat interaksi membuat virus yang sangat menular ini mudah menyebar antarsiswa.

Kemenkes terus mendorong percepatan imunisasi lanjutan melalui program BIAS di sekolah-sekolah serta mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anak mendapatkan vaksin Measles-Rubella (MR) sesuai jadwal demi mencegah penularan yang lebih luas di masa mendatang.

 

Artikel Terkait