Rutin Olahraga Bantu Tingkatkan Produktivitas Seseorang
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami hubungan antara kesehatan fisik dan menta
Konflik Israel Palestina berlangsung lebih dari satu bulan terhitung sejak Sabtu (7/10/2023). Peristiwa memilukan ini menimbulkan ribuan korban jiwa dan menghancurkan bangunan.
Di balik berita dan keadaan Gaza selama konflik, ada peran jurnalis di sana sebagai pahlawan menyebarkan kebenaran. Di antara para jurnalis melaporkan situasi terkini, ada dua jurnalis perempuan di Gaza yaitu Youmna El-Qunsol dan Plestia Alaqad.
Memasuki satu bulan sejak serangan Israel, Youmna dan Plestia aktif membagikan kabar terkini kondisi di Gaza.
Jasa keduanya mendapatkan apresiasi dari Vogue Arabia lewat tulisan yang merangkum tokoh-tokoh prominen (menonjol) di Gaza, termasuk dokter dan para laki-laki.
Youmna El-Qunsol
Youmna El-Qunsol adalah seorang jurnalis koresponden media Al-Jazeera.
Dikutip dari Vogue Arabia, Youmna merupakan ibu dari empat anak yang masih kecil. Sebagai wartawan lapangan Al-Jazeera, ia melaporkan situasi di Gaza di hadapan kamera secara langsung (live).
Youmna kerap membagikan kabar-kabar terbaru di Gaza melalui media sosialnya meski tak seaktif Plestia.
Pada awal-awal serangan Israel pada bulan Oktober, kamera siaran langsung laporan Youmna pernah menangkap serangan rudal di Gaza.
Melansir Reuters, saat itu, Youmna akan menjawab pertanyaan dari pembawa berita ketika satu rudal tampak menghantam bangunan di belakangnya. Youmna sontak menjerit dan keluar dari layar.
Pembawa berita langsung meminta Youmna berlindung. Namun, Youmna menolak dan melanjutkan laporannya, mengutip dari DailyMail.
“Tidak, saya tidak apa-apa. Ini adalah serangan rudal pada sebuah menara di Palestina, tepat di tengah Kota Gaza,” jelas Youmna di hadapan kamera.
Selain kondisi Gaza, Youmna membagikan potret menunjukkan dua putrinya.
“Cerine kecilku tersenyum malu-malu, meskipun tengah terjadi serangan. Namun, Joury, yang biasanya selalu bersinar dan bahagia, telah kehilangan senyumnya,” tulis Youmna mengisahkan cerita dibalik potret diunggahnya.
“Saya memintanya tersenyum untuk foto ini, tapi ia bilang, ‘Aku enggak mau tersenyum, aku cuma mau memeluk fluffy.’ Saya tetap memotret, tapi ia tak pernah tersenyum,” tambah Youmna.
Plestia Alaqad kerap membagikan foto kondisi di Gaza melaui media sosialnya. Foto: Instagram
Plestia Alaqad
Jurnalis independen berbasis di Gaza, berusia 22 tahun, rekan kerja Motaz Azaiza. Plestia Alaqad aktif memposting catatan harian atau diary selama perang terjadi di Gaza. Ia juga menyebarkan foto dan video keadaan Gaza selama penyerangan.
Kegiatan Plestia diunggah di akun Instagramnya @byplestia dan akun Tiktok dengan username @byplestia.
Melihat akun Instagramnya, salah satu postingan Plestia adalah ia menggenakan rompi dan helm pers yang ia kenakan saat bertugas sering membuatnya sakit kepala dan punggung.
“Saya tidak mendapatkan sinyal dan koneksi internet kemarin. Satu-satunya hal yang saya dapatkan dari helm dan rompi pers ini adalah sakit kepala dan masalah punggung,” tulis Plestia sebagai keterangan dari unggahannya.
Melansir Reuters, Plestia terpaksa melarikan diri dari kediamannya usai blok apartemennya terhantam serangan. Ia akhirnya mengungsi ke rumah temannya. Namun, ia tak bisa lama-lama tinggal karena rumah itu dikabarkan juga akan diserang.
Usai singgah di satu rumah sakit untuk mengisi daya ponselnya, Plestia mencari tempat pengungsian lain. Plestia tinggal bersama jurnalis-jurnalis Gaza lainnya.
Plestia kerap mengunggah potret bersama anak-anak Gaza, rekan jurnalis, dan warga lainnya ditengah kehidupan berat akibat krisis pangan, air, listrik, hingga kurang fasilitas kesehatan di Gaza.
Menurut profil LinkedIn Plestia, ia merupakan lulusan Eastern Mediterranean University, berprofesi sebagai human resources manager di StepUp Agency, dan pernah menjadi editor berita dan manajer media sosial di Press House Palestina.(*)