Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Ada saja cara penipu online mencuri data hingga menguras rekening korbannya. Salah satu taktik yang dipakai untuk mengelabui korbannya adalah rekayasa sosial. Caranya beragam, mulai dari trik klasik hingga tren terbaru.
Salah satunya kiriman undangan di WhatsApp. Para penipu memberikan file harus diunduh dan ternyata merupakan file (.apk).
Dikutip dari cnbcindonesia.com, Dirjen Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan para penipu akan membuat akun rekening yang menurut hasil investigasi rekening tersebut dibuat oleh orang lain.
Setelah rekening jadi, orang tersebut akan diberi uang dan rekening akan ada di tangan penipu.
"Ditemui di lapangan, mereka menggunakan orang lain untuk mendaftar habis itu kasih upah habis itu akun bank mereka ambil," jelas Semuel.
Berikut beberapa modus penipuan WhatsApp bisa menguras rekening korbannya:
Tawaran Menggiurkan
Semuel menjelaskan salah satu ciri penipuan adalah adanya tawaran tidak masuk akal atau bombastis. Misalnya menawarkan harga ponsel yang jauh lebih murah dari harga pasar.
"Jangan terkecoh tawaran-tawaran tidak masuk akal, harga HP tadinya Rp10 juta bisa dengan saya Rp2 juta. Sudah pasti scam," kata Semuel.
Telepon, Chat, atau SMS Tidak Jelas
Ciri kedua dijelaskan Semuel adalah adanya pesan tidak jelas dari orang yang tidak dikenal. Ini bisa berupa telepon, WhatsApp maupun SMS.
"Contoh kan undangan, yang kirim undangan enggak dikenal, yang nikah enggak kenal. Kekepoan masyarakat main klik aja," jelasnya.
Penipuan Social Engineering
Cara terakhir adalah dengan social engineering. Para penipu akan menggunakan kelemahan korbannya untuk bisa melakukan kejahatannya.
"Menggunakan social engineering, kelemahan-kelemahan kita," kata Semuel.(*)