Rutin Olahraga Bantu Tingkatkan Produktivitas Seseorang
Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami hubungan antara kesehatan fisik dan menta
Sam Altman dipecat dari jabatannya sebagai CEO OpenAI, setelah proses peninjauan dewan perusahaan. Alasan pemecatan lantaran kurang konsistensi dan kejujuran dalam komunikasi dengan dewan dianggap menghambat kemampuannya memimpin OpenAI.
Penunjukan CEO Sementara
Melansir laporan The Verge, Chief Technology Officer Mira Murati menggantikan Sam Altman sebagai CEO sementara. Lalu, perusahaan akan mencari pengganti permanen.
Mira Murati akan menggantikan Altman untuk posisi teratas di perusahaan yang bergerak di bidang teknologi Artificial Intelligence (AI).
Murati merupakan insinyur mesin dan pernah bekerja di Tesla sebelum berlabuh di OpenAI. Salah satu peranannya adalah pengembangan Model X dan Leap Motion.
Pekerjaannya di Tesla membuatnya terpapar teknologi AI dan bergabung di OpenAI sejak 2018.
Bergabung OpenAI Sejak 2018
Melansir Kompas.com, tahun 2020, Murati dipromosikan sebagai Wakil Presiden Senior bidang penelitian, produk, dan kemitraan.
Dua tahun kemudian, ditunjuk sebagai Chief Technology Officer (CTO) OpenAI. Tugasnya mengawasi pengembangan dan pengiriman produk seperti ChatGPT dan Dall-E, dikutip dari NYTimes.
Bekerja sebagai kepala operasi perusahaan, Murati memastikan para insinyur mengembangkan ChatGPT sesuai jadwal.
Kerjasama OpenAI dan Microsoft juga jadi pekerjaannya. Murati menangani hubungan dua perusahan, termasuk investor dan mitra.
Kepopuleran ChatGPT dan Dall-E membuatnya tampil di hadapan publik. Dalam acara The Daily Show tahun lalu, ia mengungkapkan soal AI perlu ada di masyarakat namun dengan cara bertanggung jawab.
Gantikan Sam Altman
Murati ditunjuk sebagai CEO sementara OpenAI pada Jumat (17/11/2023). Hari yang sama, Altman dipecat oleh dewan direksi perusahaan dengan alasan komunikasi.
Sebagai pengganti Altman, Murati mengambil alih tugas CEO OpenAI untuk sementara waktu.
Menurut dewan direksi, Murati memiliki kemampuan mumpuni dan peranan penting dalam evolusi dan perkembangan OpenAI.
OpenAI menganggap Murati paham budaya kerja dan nilai perusahaan, serta merupakan sosok unik menjalankan bisnis OpenAI ke depan sementara waktu, sampai dewan direksi menemukan CEO tetap untuk perusahaan AI tersebut.
Latar Belakang Mira Murati
Perempuan kelahiran 1988 memegang diploma International Baccalaureate dari Pearson College UWC dan gelar Sarjana Teknik Mesin dari Dartmouth College bergengsi.
Menurut laporan New York Times, Murati membuat mobil balap hybrid di tahun-tahun akhir sekolahnya di Dartmouth.
Soal riwayat karier, Murati pernah bekerja di bidang dirgantara, otomotif, VR, dan AR.
Sebelum ke OpenAI, Murati pernah bekerja di perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, Tesla untuk mengembangkan AI untuk Tesla Model X.(*)