Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Taiwan merupakan salah satu negara yang dilanda krisis angka kelahiran. Tingkat kesuburan negara dijuluki Naga Kecil Asia terendah di bawah Korea Selatan dan Hong Kong.
Dikutip dari Reuters, tingkat kesuburan Taiwan di angka 0,89 anak per perempuan. Jumlah ini jauh berada di bawah tingkat penggantian 2,1 yang baik mempertahankan populasi sebuah negara.
Fenomena Perempuan Bekukan Sel Telur
Meski begitu, perempuan di Taiwan justru menjalani egg freezing atau membekukan sel telur mereka.
Berdasarkan data di Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan, jumlah perempuan berusia 35 hingga 39 tahun menjalani egg freezing naik hingga 86 persen dalam tiga tahun terakhir.
Pendiri Stork Fertility bank telur pertama di Taiwan, Dr. Lai Hsing-Hua mengatakan pasien di kliniknya meningkat hingga 50 persen. Lonjakan terjadi lantaran dua pemerintah lokal mensubsidi pembekuan telur.
"Permintaan pasarnya ada dan saya pikir pemerintah harus mengatasi masalah penurunan angka kelahiran. Dalam 10 tahun, masalah penurunan angka kelahiran bisa diselesaikan dengan pembekuan sel telur," ucap Hsing-Hua dikutip dari Reuters, Rabu (2/8/2023).
Aturan Penggunaan Sel Telur Dibekukan
Meski pembekuan sel telur meningkat, namun penggunaan sel telur yang dibekukan di Taiwan terbilang rendah.
Saat ini, hanya ada sekitar 8 persen perempuan di Taiwan menggunakan sel telur mereka setelah dibekukan. Berbeda jauh dengan Amerika Serikat mencapai 38 persen.
Dokter menilai jumlah penggunaan sel telur dibekukan rendah karena aturan ditetapkan pemerintah di Taiwan. Saat ini, pemerintah membatasi penggunaan sel telur dibekukan hanya diperbolehkan bagi pasangan heteroseksual.
Artinya, perempuan belum menikah atau pasangan homoseksual tidak bisa menggunakan sel telur yang dibekukan.
Alasan Perempuan Taiwan Bekukan Sel Telur
Seorang perempuan lajang asal Taiwan, Vivian Tung (33) sengaja membekukan sel telur dengan harapan bisa memiliki pilihan memiliki anak di kemudian hari.
Dikutip dari News 18, Tung menerima suntikan Rekovelle, yakni obat hormonal digunakan merangsang produksi sel telur. Tung harus menyuntikkan obat tersebut kepada dirinya sendiri setiap hari selama proses dua minggu.
Meski Tung membekukan sel telurnya, namun ia tidak bisa menggunakannya lantaran belum menikah. Tung terbentur Undang-undang.
Rencana Evaluasi
Spesialis kebijakan di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Chen Li-Chua, menjelaskan pemerintah Taiwan merencanakan evaluasi komprehensif untuk memutuskan apakah pihaknya akan memperluas akses ke reproduksi buatan.
Mengingat, prosedur pembekuan sel telur berkenaan dengan masalah etika, medis, dan hukum yang kompleks yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.
Taiwan merupakan negara pertama di Asia melegalkan pernikahan sesama jenis pada 2019 dan memberikan hak kepada pasangan sesama jenis mengadopsi anak.(*)