Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Polisi mengungkap perkembangan kasus Miss Universe Indonesia 2023, finalis yang dipaksa foto telanjang saat body checking. Direktur Miss Universe Indonesia 2023 Poppy Capella sudah menjalani pemeriksaan polisi.
Kasus Naik Penyidikan
Kasusnya naik ke penyidikan, artinya polisi menemukan unsur pidana.
"Sudah diperiksa dalam lidik (penyelidikan), tapi dalam sidik (penyidikan) belum," ujar Plh Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Juliansyah, Selasa (29/8/2023), dikutip dari detik.com.
Soal waktu pemeriksaan, Juliansyah menjelaskan Poppy Capella sudah dimintai keterangan tidak lama setelah laporan finalis Miss Universe Indonesia dilayangkan.
Diperiksa Pada 17 Agustus
Selain Poppy Capella, ada dua orang lainnya dari penyelenggara Miss Universe Indonesia dimintai keterangan polisi.
"Tidak lama setelah LP itu terbit," jelas Juliansyah.
Pengacara pelapor, Mellisa Anggraini mengatakan semua pihak terlapor telah hadir diperiksa termasuk Direktur Miss Universe Indonesia Poppy Capella.
"Tanggal 17 hadir semua. (Poppy Capella) hadir, hadir," ungkap Mellisa, di Polda Metro Jaya, Selasa (29/8/2023).
Ada tiga pihak dilaporkan salah satunya Direktur Miss Universe Indonesia Poppy Capella. Sedangkan dua pihak lainnya adalah Direktur PT Capella dan Chief Operating Officer (COO).
Laporan Polisi
Sebelumnya, laporan dugaan pelecehan teregister dengan nomor LP/B/4598/VII/2023 SPKT POLDA METRO JAYA. Terlapor dalam hal ini adalah PT Capella Swastika Karya.
Korban melaporkan atas Pasal 4, 5, dan 6 Undang-Undang TPKS. Mereka juga menyertakan Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-undang TPKS. Mellisa mengatakan pelecehan seksual terjadi pada 1 Agustus yang lalu.
Body Checking
Polisi menerangkan momen finalis Miss Universe Indonesia 2023 melakukan body checking dan difoto tanpa busana. Polisi menyatakan hal tersebut dilakukan bukan oleh ahli, melainkan oleh orang tidak berkapasitas.
Selain itu, proses tersebut disaksikan oleh tiga pria dan saksi lain yang ada di lokasi.
"Tempatnya juga sedikit terbuka, kemudian juga para korban ini merasa dipaksa untuk melepas bajunya, kemudian difoto dan sebagainya. Bukan oleh ahli medis, melainkan orang-orang yang tidak berkapasitas," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Jumat (11/8/2023), dikutip dari detik.com.