Lolos UTBK! 3.196 Calon Mahasiswa Baru Diterima UNPAD dari Total 80.541 Peserta
UNPAD mencatat ada sebanyak 80.541 peserta yang mendaftar di SNBT 2026 dan masuk urutan ke-6 sebagai
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida berencana mengeluarkan kebijakan guna meningkatkan angka kelahiran.
Kebijakan Kishida dikeluarkan di tengah spekulasi bahwa ia akan membubarkan majelis parlemen dan mengadakan pemilihan umum secara mendadak.
Langkah Kishida disebut-sebut meningkatkan desakan partainya yang berkuasa guna menaikkan dukungan para pemilih.
Kebijakan Kishida
"Sekarang adalah kesempatan terakhir untuk membalikkan tren penurunan angka kelahiran pada tahun 2030-an," ujar Kishida dalam sebuah konferensi pers disiarkan di televisi.
"Angka kelahiran rendah adalah masalah besar menyangkut masyarakat dan seluruh perekonomian negara kita dan tidak dapat ditunda," jelas Kishida.
Lebih jauh, Kishida memaparkan dampak populasi penduduk yang semakin menurun.
"Tanpa menahan laju penurunan angka kelahiran dan populasi, ekonomi dan masyarakat Jepang akan menyusut, sehingga sulit untuk mempertahankan sistem jaminan sosial,” ucap Kishida.
Kishida berencana membuat pemerintah mengalokasikan dana sekitar 3,5 triliun yen ($25,3 miliar) per tahun selama tiga tahun ke depan guna tunjangan perawatan anak dan dukungan bagi mereka mengambil cuti perawatan anak.
Namun, pemerintah belum menjelaskan secara rinci bagaimana mereka akan mendanai langkah-langkah tersebut, sehingga memicu kekhawatiran akan utang yang membengkak.
Pemaparan Kishida menarik publik sehingga muncul spekulasi akan adanya pemilu dini guna membantu partainya menarik perhatian masyarakat.
Dikutip dari Reuters, para analis mengungkap Kishida ingin meningkatkan cengkeraman partainya menjelang pemilihan kepemimpinan September mendatang.
Kishida mulai berkuasa Oktober 2021 dan kekuasaan partainya berakhir pada 2025.
Populasi Jepang Merosot
Angka kelahiran di Jepang terus mengalami penurunan selama 12 tahun berturut-turut.
Melihat data Pemerintah Jepang, April 2023, kondisi tersebut dipicu angka kematian meningkat sedangkan angka kelahiran terus menurun.
Pada 2022, populasi Jepang tercatat 124,49 juta, menunjukkan penurunan sebesar 556.000 dari tahun sebelumnya.
Seperti diketahui, Jepang adalah salah satu negara dengan tingkat kelahiran terendah di dunia. Jepang salah satu negara dengan harapan hidup tertinggi.
Tahun 2020, hampir satu dari 1.500 orang di Jepang berusia 100 tahun atau lebih. Karena itu, populasi lansia membengkak, dan tenaga kerja menyusut. Kondisi tersebut menimbulkan krisis demografis selama beberapa dekade.(*)