Charles Honoris Tekankan Peran Krusial BGN dalam Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG adalah upaya strategis pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang seh
Meminum dua gelas kopi sehari dengan rutin bisa meningkatkan fungsi kerja otak dengan takaran tertentu. Hal ini disampaikan berdasarkan hasil penelitian dari para peneliti yang sukses melakukan survey ke ratusan peserta baik itu laki-laki dan perempuan. Hasilnya pun cukup positif hingga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan seseorang.
Mengutip laporan Kompas.com penelitian dari Mass General Brigham, Harvard T.H. Chan School of Public Health, serta Broad Institute of MIT and Harvard menyampaikan mengenai manfaat besar dari mengkonsumsi kopi dengan takaran tertentu.
"Konsumsi kopi dan teh berkafein yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah dan fungsi kognitif yang sedikit lebih baik, dengan hubungan yang paling jelas terlihat pada tingkat konsumsi sedang," tulis para peneliti, seprti dilansir dari jurnal JAMA.
Berdasarkan laporannya, penelitian ini telah melibatkan 131.821 peserta laki-laki dan perempuan, guna meneliti hubungan antara konsumsi kopi berkafein, teh berkafein, dan kopi tanpa kafein (decaffeinated) dengan risiko demensia dan kesehatan kognitif dari waktu ke waktu.
Para peneliti memantau data selama lebih dari 40 tahun, tepatnya dari tahun 1980 sampai 2023. Data diambil dari Nurses’ Health Study (NHS) dan Health Professionals Follow-Up Study (HPFS).
Dari penelitian tersebut hasilnya cukup mengejutkan, mengkonsumsi kopi atau teh berkafein dalam jumlah sedang dapat mendukung kesehatan kognitif, dilansir dari SciTechDaily. Manfaat ini bisa didapat dengan minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari. Jika kamu lebih suka teh, cukup minum satu sampai dua cangkir sehari untuk hasil serupa.
Dari total peserta yang diteliti, terdapat sekitar 11.033 peserta yang akhirnya mengalami demensia. Namun, ada perbedaan mencolok pada kelompok peminum kopi. Laki-laki dan perempuan yang mengonsumsi kopi berkafein dalam jumlah tinggi punya risiko demensia 18 persen lebih rendah. Angka terbilang rendah dibandingkan dengan mereka yang jarang atau tidak pernah minum kopi. Selain itu, peminum kopi juga melaporkan tingkat penurunan kognitif subyektif yang lebih rendah.
Angkanya berada di level 7,8 persen dibandingkan 9,5 persen pada kelompok non-peminum. Tes kognitif obyektif juga menunjukkan performa yang lebih baik pada mereka yang rutin minum kopi.
"Meskipun hasil penelitian kami cukup menggembirakan, penting untuk diingat bahwa ukuran efeknya masih kecil dan ada banyak cara penting untuk melindungi fungsi kognitif seiring bertambahnya usia," kata associate scientist dengan Channing Division of Network Medicine di Daniel Wang, MD, ScD.
Sebagai informasi, kopi dan teh mengandung senyawa aktif biologis seperti kafein dan polifenol. Senyawa ini membantu melindungi otak dengan cara mengurangi peradangan.
Polifenol juga membantu membatasi kerusakan sel yang sering memicu penurunan fungsi otak. Kafein bekerja bersama senyawa ini untuk membantu menjaga memori tetap tajam seiring bertambahnya usia.