Bukan Sekadar 'Baby Brain', Kehamilan Ubah Struktur Otak Ibu
Temuan riset ini mengajak masyarakat lebih empatik terhadap ibu hingga perubahan yang dialami nyata,
Latihan angkat beban selama ini identik dengan pembentukan otot. Namun, para peneliti kesehatan semakin menyoroti perannya dalam menurunkan risiko penyakit kronis, termasuk kanker payudara. Bagaimana mekanismenya, dan seberapa kuat buktinya?
Dikutip dari liputan6.com bukti yang paling kokoh menunjukkan bahwa aktivitas fisik secara umum berkaitan dengan risiko kanker payudara yang lebih rendah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang 150–300 menit per minggu, ditambah latihan penguatan otot minimal dua hari per minggu. Latihan beban termasuk dalam kategori penguatan otot tersebut.
Meski begitu, adapun beberapa manfaat yang anda dapatkan bila angkat beban ini konsisten dilakukan:
1. Angkat beban membantu mengurangi lemak tubuh berlebih. Jaringan lemak, terutama setelah menopause, memproduksi estrogen, dan kadar estrogen tinggi berkaitan dengan risiko kanker payudara tertentu.
2. Latihan beban meningkatkan massa otot dan memperbaiki sensitivitas insulin, sehingga kadar insulin dan peradangan kronis dalam tubuh cenderung lebih terkendali.
3. Olahraga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan fungsi imun.
Perlu dicatat, penelitian yang secara khusus menilai latihan beban terhadap kejadian kanker payudara masih lebih sedikit dibanding riset olahraga aerobik.
Studi observasional menunjukkan hubungan, bukan bukti sebab-akibat mutlak. Faktor risiko lain seperti usia, riwayat keluarga, mutasi gen BRCA, konsumsi alkohol, dan obesitas tetap berperan besar.
Untuk pemula, mulailah dengan beban ringan dan fokus pada teknik. Latihan seluruh kelompok otot utama, seperti kaki, punggung, dada, bahu, dan inti tubuh, dua hingga tiga kali seminggu sudah memadai. Naikkan beban secara bertahap.
Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus atau sedang menjalani pengobatan kanker, konsultasikan program latihan dengan dokter atau fisioterapis.
Angkat beban bukan pengganti skrining. Perempuan tetap dianjurkan mengenali payudara sendiri secara rutin dan melakukan pemeriksaan klinis atau mamografi sesuai anjuran dokter.