Studi: Konsumsi Telur dengan Jumlah Tertentu Bisa Kurangi Risiko Alzheimer
Para peneliti mengungkapkan fakta menarik mengenai seseorang yang suka mengkonsumsi telur bisa menin
Ada beragam kondisi medis bisa mencegah Anda bepergian menggunakan pesawat.
Dikutip dari Mirror, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewanti-wanti maskapai menggunakan haknya menolak membawa terbang penumpang yang bisa memperburuk kondisi kesehatannya.
Para penumpang harus memperhatikan aturan terbang tersebut.
Beberapa mungkin memerlukan izin medis dalam bentuk sertifikat 'layak terbang'.
“Jika ada indikasi penumpang mungkin menderita penyakit atau kondisi fisik atau mental bisa membahayakan keselamatan pesawat, mengurangi kesejahteraan dan kenyamanan penumpang lain dan anggota kru, memerlukan perhatian medis selama penerbangan, atau mungkin diperparah oleh penerbangan,” jelas WHO.
Kebijakan maskapai bervariasi dan persyaratan harus selalu diperiksa pada saat, atau sebelum, memesan penerbangan. Tempat baik mencari informasi adalah situs web maskapai penerbangan.
Selain itu, penumpang harus menghubungi dokter umum atau spesialis sebelum memesan penerbangan.
Menurut Fit For Travel, perjalanan udara tidak disarankan dalam kasus berikut:
1. Bayi kurang dari 48 jam,
2. Perempuan hamil usia minggu ke-36 (atau minggu ke-32 untuk kehamilan ganda),
3. Angina atau nyeri dada saat istirahat,
4. Penyakit menular (misalnya cacar air, flu atau Covid),
5. Penyakit kardiovaskular,
6. Baru terkena serangan jantung,
7. Stroke baru-baru ini,
8. Operasi atau cedera baru-baru ini dimana udara atau gas yang terperangkap mungkin ada di dalam tubuh (misalnya perut, usus, mata, wajah, atau otak),
9. Penyakit jangka panjang yang parah yang memengaruhi pernapasan Anda (misal: PPOK atau penyakit paru obstruktif kronis),
10. Radang paru-paru,
11. Sesak napas saat diam,
12. Anemia sel sabit,
13. Pneumotoraks yang belum terselesaikan (paru-paru tertusuk),
14. Infeksi telinga,
15. Penyakit dekompresi setelah menyelam,
16. Peningkatan tekanan di otak (karena pendarahan, cedera atau infeksi),
17. Gips diterapkan dalam waktu 24 jam untuk penerbangan kurang dari dua jam, atau 48 jam untuk penerbangan yang lebih lama,
18. Kesehatan mental yang tidak stabil atau penyakit psikotik.