Kartini Media
Ilustrasi minum kopi instan. Foto: Freepik

Ternyata Ada Kelompok Dianjurkan Menghindari Minum Kopi Instan, Ini Daftarnya

Kopi instan menjadi salah satu pilihan minuman favorit banyak orang, terutama di kalangan mereka yang memiliki mobilitas tinggi dan mencari kenyamanan dalam menyeduh kopi tanpa harus menggunakan alat atau proses yang rumit.

Hanya menambahkan air panas, kopi instan siap dinikmati dalam hitungan detik. Namun, meski praktis dan memiliki rasa yang nikmat, ternyata ada beberapa kelompok orang dianjurkan tidak mengonsumsi kopi instan.

Ahli jantung senior di The Harley Street Heart & Vascular Centre, Michael Ross MacDonald mengatakan, kopi instan dan kopi tubruk memiliki manfaat kesehatan dan potensi risiko serupa.

"Kopi instan dan tubruk adalah sumber antioksidan yang baik. Keduanya telah dikaitkan dengan sejumlah manfaat, termasuk penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker hati, penyakit parkinson, dan depresi," kata dia dikutip dari Eatingwell.

Meski demikian, bagi orang-orang tertentu, kopi instan mungkin bukan pilihan terbaik untuk kesehatan mereka. Ini karena, kopi instan bisa memperburuk kondisi atau bahkan menyebabkan efek samping.

Berikut beberapa kelompok dengan kondisi medis tertentu tidak dianjurkan untuk minum kopi instan, dikutip dari berbagai sumber:

Orang Rentan Batu Ginjal

Seseorang rentan penyakit batu ginjal tidak dianjurkan mengonsumsi makanan ataupun minuman tinggi oksalat, dikutip dari GoodRX.

Pasalnya, oksalat berikatan dengan kalsium dalam tubuh dan bisa membentuk kristal, kemudian berubah menjadi batu ginjal.

Kopi instan mengandung sedikit lebih banyak oksalat daripada kopi tubruk yang diseduh. Sehingga, konsumsi kopi instan memperburuk kondisi batu ginjal seseorang.

Penderita Kanker

Kopi instan mengandung lebih banyak akrilamida daripada kopi diseduh, menurut Food and Drug Administration (FDA).

Akrilamida adalah bahan kimia berpotensi berbahaya terbentuk ketika biji kopi dipanggang. Paparan akrilamida berlebihan bisa merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko kanker, dilansir dari Healthline.

Meski demikian, penelitian menyebut bahwa jumlah akrilamida dalam kopi jauh lebih rendah daripada jumlah terbukti berbahaya.

Selain itu, kopi instan memiliki jumlah N-metilpiridinium lebih rendah daripada kopi diseduh biasa. N-methylpyridinium mungkin melindungi terhadap kanker.

Jadi minum kopi biasa mungkin merupakan pilihan lebih baik bagi orang-orang yang ingin melakukan segala kemungkinan mencegah kanker.

Orang Sedang Diare

Kopi instan tidak dianjurkan diminum oleh orang-orang memiliki gangguan pencernaan, terutama mereka sedang mengalami diare.

Sama halnya dengan kopi tubruk, kopi instan bisa memicu buang air besar. Efek ini disebabkan kandungan kafein dan zat-zat lain merangsang sistem pencernaan.

Selain itu, beberapa penelitian menyebut bahwa kafein dalam kopi memiliki efek laksatif. Kafein dalam kopi bisa meningkatkan kontraksi otot-otot di sekitar kolon dan usus sehingga memicu hasrat buang air besar jika berinteraksi dengan asam lambung.

Meski demikian, efek tersebut bisa berbeda tergantung masing-masing individu.

Penderita Asam Lambung

Penderita asam lambung tidak dianjurkan untuk minum kopi instan, terutama saat perut kosong. Sebab, kopi instan bisa menjadi minuman yang buruk bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) karena keasaman dan kandungan kafeinnya.

Kafein melonggarkan sfingter esofagus bagian bawah, merupakan katup antara kerongkongan dan perut. Kondisi ini bisa menyebabkan isi lambung asam memasuki kerongkongan, mengakibatkan gejala GERD yang tidak nyaman, seperti nyeri di ulu hati, mual, dan muntah.

Oleh karena itu, penderita asam lambung lebih direkomendasikan minum kopi tanpa kafein mencegah efek samping tidak diinginkan.(*)

Artikel Terkait