Kartini Media
Ilustrasi mandi. Foto: Freepik

Bacaan Niat dan Tata Cara Mandi Junub yang Benar, Jangan Salah agar Ibadah Sah

Saat menanggung hadas besar maka seseorang harus mandi wajib atau mandi junub sebelum menjalani ibadah. Umat Islam mengenal dua jenis hadas dengan cara penyucian berbeda.

Mandi Junub

Hadas kecil bisa disucikan dengan berwudhu, sementara hadas besar disucikan dengan cara mandi junub atau jinabat, atau umum masyarakat sebut sebagai mandi besar.

Mandi junub berbeda dengan mandi biasa. Mandi ini memiliki tata cara atau rukun harus dipenuhi agar suci dari hadas dan bisa menjalankan ibadah secara sah.

Setidaknya ada 4 kondisi mewajibkan seseorang mandi junub yakni:

  • Ejakulasi atau keluar air mani
  • Berhubungan suami istri
  • Perempuan usai masa setelah haid
  • Berhentinya darah nifas

Allah berfirman dalam QS. An Nisa: 43 menyuruh umat Islam mandi junub.

"Wahai orang yang beriman! Janganlah kamu mendekati salat ketika kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu sadar apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula (kamu hampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub kecuali sekadar melewati jalan saja, sebelum kamu mandi (mandi junub). Adapun jika kamu sakit atau sedang dalam perjalanan atau sehabis buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun."

Niat Mandi Junub

Menurut buku 'Fiqh Ibadah' disusun Zaenal Abidin, mandi junub berarti membersihkan diri seusai haid, nifas, dan bersyahwat.

Niat dibaca ketika mandi junub setelah berhubungan intim.

Latin: "Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal janabati fardhan lillahi ta'ala."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari jinabah, fardu karena Allah Ta'ala."

Niat dibaca ketika mandi junub setelah nifas dan haid.

Latin: "Nawaitu ghusla liraf'il hadatsil akbar minan nifasi fardhan lillahi ta'ala."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari nifas, fardu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Junub

Setelah membaca niat, dilanjutkan dengan tata cara mandi wajib atau junub. Langkahnya sama baik untuk laki-laki maupun perempuan.

  1. Setelah membaca niat mandi junub selanjutnya membersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali, hal ini sesuai dengan sunah Rasulullah. Tujuannya agar tangan bersih dan terhindar dari najis.
  2. Kemudian, bersihkan kotoran menempel di sekitar tempat-tempat tersembunyi dengan menggunakan tangan kiri. Contohnya bagian kemaluan, bawah ketiak, pusar dan daerah lipatan-lipatan lainnya.
  3. Setelah membersihkan kemaluan, cucilah tangan dengan cara menggosok-gosoknya menggunakan sabun atau tanah.
  4. Lakukan gerakan wudhu seperti ketika akan salat.
  5. Masukkan tangan ke dalam air, lalu sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Pastikan pangkal rambut terkena air.
  6. Membilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Pembilasan ini dilakukan dari sisi kanan dan dilanjutkan ke sisi kiri.
  7. Terakhir, ketika menjalankan tata cara mandi junub, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi dibersihkan.

Rukun Mandi Junub

Mengutip laman Keislaman NU Online, dalam mandi janabah seseorang wajib melaksanakan dua rukun:

Pertama, niat yakni kesengajaan diungkapkan dalam hati. Bila ia mampu melafalkan secara lisan, hal ini lebih utama. Niat harus dilakukan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke tubuh.

Kedua, mengguyur seluruh bagian luar badan, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya.Untuk bagian tubuh berambut atau berbulu, air harus mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut/bulu. Tubuh diasumsikan sudah tidak mengandung najis.(*)

Artikel Terkait