Kartini Media
Ilustrasi berdoa minta hujan. Foto: Freepik

Berdoa Minta Turun Hujan, Berikut Tata Cara Salatnya

Hujan sangat berarti bagi kehidupan termasuk manusia. Bisa dibayangkan betapa panas suatu wilayah bila tidak pernah hujan. Manusia membutuhkan hujan. Islam memberi solusi alternatif bila daerah tidak pernah disirami air hujan setelah waktu cukup lama.

Terdapat sejumlah doa bisa dipanjatkan umat Muslim apabila hujan tak kunjung turun.

Di Indonesia, musim penghujan turun tidak menentu setiap tahun akibat pemanasan global. Buntutnya, sejumlah daerah mengalami kekeringan dan tanah tandus.

Salah satu bisa dilakukan adalah berdoa kepada Allah SWT memohon hujan turun. Terdapat sejumlah doa yang bisa dipanjatkan untuk meminta hujan ini.

Dikutip dari islam.nu.or.id, Syekh Nawawi Banten dalam Nihayatuz Zein menjelaskan tiga cara bisa dilakukan bila hujan tidak turun.

Tujuan dari ketiga cara tersebut adalah memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.

“Istisqa' (minta hujan) ada tiga cara. Cara paling mudah adalah dengan doa sendirian atau berjamaah; cara paling menengah adalah dengan berdoa (minta hujan) setelah salat fardhu atau salat sunnah, bisa juga dilakukan pada saat khutbah Jumat, khutbah hari raya, dan lain-lain; cara paling baik adalah dengan melakukan salat (Istisqa').”

Salat Istisqa'

Salat Istisqa' sudah tak asing lagi ditelinga umat Muslim. Dalam pelaksanaannya, salat Istisqa' dikerjakan pada saat matahari mulai beranjak naik setinggi satu anak panah, yaitu sepertiga jam setelah terbitnya Matahari seperti waktu salat Ied.

Salat Istisqa' dianjurkan dilakukan dengan berjamaah.

Pelaksanaan salatnya mirip dengan salat Hari Raya, yaitu salat dua rakaat terlebih dahulu, setelah itu baru khutbah. Ketika salat Istisqa', dianjurkan membawa seluruh keluarga, bahkan hewan ternak, untuk sama-sama berdoa kepada Allah.

Berikut tata cara salat Istisqa' menurut ajaran Islam, yakni:

1. Membaca bacaan niat salat Istisqa'

Ushallii sunnatal istisqaa'i rak'ataini ma'muuman lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku salat sunnah meminta hujan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."

Salat Istisqa' serupa dengan salat dua rakaat salat Ied. Tetapi, ada perbedaan sedikit dalam hal penempatan khutbah, pembacaan Takbir dan arah khatib pada khutbah kedua.

2. Membaca Takbiratul Ihram

3. Membaca Doa Iftitah

4. Rakaat pertama Takbir tujuh kali 

Setelah itu, baca Al Fatihah diikuti surat pendek Al Qur'an seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat pertama selesai sama dengan salat lainnya.

5. Rakaat kedua Takbir lima kali dan membaca,

6. Setelah itu, baca Al Fatihah yang diikuti surat pendek Al Qur'an seperti biasa. Ingat, gerakan dan bacaan selanjutnya hingga rakaat kedua selesai sama dengan salat lainnya lalu diakhiri dengan salam.

7. Setelah salam, khatib menyampaikan khutbah dua kali. Sebelum atau sesudah salat. (Khutbah sesudah salat Istiqo yang utama)

8. Lantunan Takbir diganti dengan ucapan Istighfar.

9. Sebelum masuk khutbah pertama, khatib membaca Istighfar sembilan kali.

Artinya: "Saya mohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung. Tidak ada Tuhan kecuali Dia Yang Maha Hidup lagi Berdiri Sendiri dan saya bertaubat kepada-Nya".

Sebelum masuk khutbah kedua, khatib membaca Istighfar tujuh kali.

Dalam khutbah kedua banyak menganjurkan Istighfar, merendahkan diri serta penuh keyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan untuk menurunkan hujan.

Ketika berdoa pada khutbah yang kedua, khatib menghadap kiblat sambil berdoa bersama-sama dengan suara yang nyaring dan mengangkat tangan setinggi-tingginya.(*)

Artikel Terkait