Eriska Nakesya Melahirkan Anak Kedua Tepat di Hari Kemerdekaan Indonesia
Bagi Eriska, kehadiran buah hati menjadi kabar bahagia yang melengkapi suasana peringatan 17 Agustus
Pemerintah resmi meluncurkan layanan digitalisasi akta kelahiran bagi bayi baru lahir melalui integrasi aplikasi SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) milik Kementerian Dalam Negeri. Peluncuran dilakukan di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (11/8) pekan lalu dengan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kemenkes, Kemendagri, Kementerian PANRB, BPJS Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik.
Melalui integrasi tersebut, data kelahiran yang dicatat tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan dapat langsung terhubung dengan sistem Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), tanpa mengharuskan orang tua mengurus dokumen secara manual dengan membawa surat keterangan lahir dari rumah sakit.
Dikutip dari Kompas.com Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa dengan sistem baru ini, akta kelahiran sekaligus kartu keluarga dapat langsung terbit secara digital pada hari yang sama saat bayi dilahirkan, mengingat rata-rata terdapat sekitar 13 ribu bayi lahir di Indonesia setiap harinya.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menambahkan bahwa dokumen akta kelahiran yang telah diverifikasi Ditjen Dukcapil akan dikirimkan langsung melalui pesan WhatsApp maupun email orang tua yang dilengkapi kode QR sebagai alat verifikasi keaslian dokumen. Ia juga memastikan bahwa bayi yang lahir di luar fasilitas kesehatan tetap akan mendapatkan akses layanan serupa, melalui surat edaran yang akan diterbitkan agar kepala desa turut melaporkan kelahiran yang terjadi di luar faskes kepada Dukcapil setempat.
Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2026, kepemilikan akta kelahiran anak usia 0 hingga 17 tahun di Indonesia telah mencapai 94,6 persen, meski masih terdapat sekitar 5,4 persen anak yang belum memiliki dokumen tersebut, dengan cakupan terendah tercatat di sejumlah wilayah Tanah Papua dan Nusa Tenggara Timur.
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah Luhut Binsar Pandjaitan menyebut pemanfaatan kecerdasan buatan turut mempercepat dan meningkatkan akurasi proses integrasi data tersebut. Layanan ini saat ini baru berjalan dalam tahap percontohan di 243 daerah dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, dengan target perluasan implementasi secara nasional dilakukan pada Oktober 2026.