Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

BRIN Sebut Program Konservasi Asta Agro Dorong Target Biodeversitas di Tingkat Nasional

 

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan penilaian terhadap program strategis konservasi Astra Agro. Program yang memberikan dampak bagi untuk linkungan ini menjadi langkah positif dalam mendukung pencapaian target biodoversitas atau keanekaragaman hayati hingga level nasional.

Melansir dari Antara, Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN, Ruliyana Susanti menyampaikan, berbagai inisiatif yang dijalankan Astra Agro,.

Perkembangan dan dampaknya bagi lingkungan mulai dari perlindungan area bernilai konservasi tinggi, pemantauan biodiversitas dan rehabilitasi ekosistem, merupakan kontribusi yang relevan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

"BRIN mengapresiasi keterbukaan Astra Agro dalam memperlihatkan praktik pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati yang diterapkan di area operasional perusahaan," ujar Ruliyana .

Dia mengatakan, BRIN melakukan kunjungan lapangan ke area operasional Astra Agro di Kalimantan Tengah pada 4-5 Juni 2026.

Ruliyana menjelaskan, kunjungan ini bagian dari kajian mengenai kontribusi sektor swasta terhadap pencapaian target keanekaragaman hayati nasional dan global, khususnya Target 15 Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) serta Target Nasional 18 dalam Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.

Sementara itu, Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro Hubbal Khoir Sembiring mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk keterbukaan perusahaan dalam memperlihatkan implementasi komitmen keberlanjutan yang dijalankan di lapangan.

“Melalui kunjungan ini, Astra Agro ingin memperlihatkan berbagai inisiatif konservasi yang telah dijalankan, sekaligus membuka ruang masukan dan kolaborasi agar upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat terus diperkuat,” ujar Hubbal dalam siaran pers, Sabtu (6/6).

Astra Agro turut memperkuat pemantauan biodiversitas melalui inventarisasi dan pencatatan flora serta fauna di area operasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi spesies kunci, memantau tren keanekaragaman hayati, dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna. Pada periode yang sama, rehabilitasi kawasan dilakukan di area seluas 193,09 hektare melalui penanaman 49.390 pohon.

 

 

Artikel Terkait