Komdigi: Mulai 1 Juli 2026 Pengaktifan Kartu SIM Ponsel Wajib Menggunakan Face Recognition
Kebijakan registrasi biometrik ini diterapkan agar tidak ada lagi penyebaran spam atau penipuan seca
Tim penyelamat berpacu dengan waktu pada Senin (11/9/2023) untuk menemukan korban selamat di reruntuhan bangunan lebih dari 48 jam setelah gempa bumi paling mematikan di Maroko lebih dari enam dekade terakhir.
Gempa mengakibatkan lebih dari 2.100 tewas, meluluhlantakkan desa-desa di Pegunungan Atlas.
Dilansir dari Reuters, Tim pencari dari Spanyol dan Inggris bergabung mencari korban gempa berkekuatan 6,8 SR terjadi pada Jumat malam (8/9/2023), 72 km (45 mil) barat daya Marrakech.
Korban selamat menghabiskan malam ketiga di luar rumah. Kediaman mereka hancur atau tidak aman untuk dihuni akibat gempa paling kuat di Maroko sejak tahun 1900.
Laporan TV pemerintah pada Minggu (10/9/2023) jumlah korban tewas meningkat menjadi 2.122 dan 2.421 terluka.
Di desa Tafeghaghte, Hamid ben Henna menggambarkan bagaimana putranya berusia delapan tahun meninggal di bawah reruntuhan setelah ia pergi mengambil pisau dari dapur saat keluarganya sedang makan malam. Anggota keluarga lainnya selamat.
Masyarakat setempat berusaha menyelamatkan harta benda dari reruntuhan rumah mereka dan menggali dengan tangan kosong menemukan kerabat mereka.
Kerusakan terjadi pada warisan budaya Maroko. Bangunan-bangunan di kota tua Marrakech merupakan Situs Warisan Dunia mengalami kerusakan.
Gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada Masjid Tinmel dari abad ke-12 memiliki nilai sejarah penting di daerah pegunungan terpencil dekat dengan pusat gempa.
Ilustrasi korban selamat musibah gempa Maroko. Foto: AP
Korban gempa berjuang menemukan tempat berlindung dan persediaan makanan menyuarakan kritik sebagai respons pemerintah yang lambat.
Maroko mengerahkan tentara sebagai bagian dari respons dan mengatakan bahwa mereka memperkuat tim pencarian dan penyelamatan, menyediakan air minum, dan mendistribusikan makanan, tenda dan selimut.
Televisi pemerintah melaporkan pada hari Minggu bahwa pemerintah akan menerima tawaran bantuan dari negara-negara lain dan akan bekerja mengkoordinasikannya jika diperlukan.
Spesialis pencarian dan penyelamatan dengan anjing pelacak telah dikirim oleh Inggris dan Spanyol. Sementara itu, Qatar mengatakan pada hari Minggu bahwa tim pencarian dan penyelamatannya telah berangkat ke Maroko.
Spanyol mengatakan telah menerima permintaan resmi bantuan dari Maroko pada hari Minggu.
Prancis, di antara negara-negara menawarkan bantuan, mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka siap membantu dan menunggu permintaan resmi dari Maroko.
Raja Mohammed VI berterima kasih kepada Spanyol, Qatar, Inggris dan Uni Emirat Arab karena telah mengirimkan bantuan, demikian laporan TV pemerintah pada hari Minggu.
Maroko menilai kebutuhan bantuan dan mempertimbangkan pentingnya mengkoordinasikan upaya-upaya bantuan sebelum menerima bantuan mereka, tambahnya.
Ini merupakan gempa bumi paling mematikan di negara Afrika Utara sejak tahun 1960, ketika sebuah gempa besar diperkirakan menewaskan sedikitnya 12.000 orang.(*)