Kartini Media
Ilustrasi ChatGPT. Foto: Shutterstock

Ikuti Rencana Diet ChatGPT, Berat Badan Bisa Turun 11 Kg

Ingin menurunkan berat badan, tapi tidak mau menghabiskan uang demi membayar ahli gizi. Mungkin cara ini bisa dicoba yaitu menurunkan berat badan mengikuti rencana diet ChatGPT.

Berat badan seorang pria bernama Greg Mushen susut hingga 11 kilogram setelah mengikuti rencana diet yang dibuat kecerdasan buatan ChatGPT.

Awalnya, Greg tidak menyukai olahraga lari, tetapi ia meminta bantuan chatbot untuk mengembangkan rencana olahraga yang sehat.

Setelah tiga bulan, Greg kini berlari enam hari dalam seminggu dan selalu menantikan latihannya. Dalam prosesnya, berat badan Greg berhasil turun 11 kilogram.

Greg berhasil menurunkan berat badan. Foto: Business Insider

Menurut laporan Business Insider, saat pertama kali Greg menerima saran dari kecerdasan buatan (AI), ia merasa skeptis.

Rencana tersebut menyarankan mengambil langkah-langkah kecil dan bertahap untuk memudahkannya berlari.

Awalnya, ia hanya diinstruksikan meletakkan sepatu larinya di dekat pintu depan. Pada hari ketiga, ia melakukan lari singkat yang hanya berlangsung beberapa menit.

Ternyata, pendekatan ChatGPT sangat tepat.

Ahli fisiologi olahraga dan penulis "Pliability for Runners", McConkey, menjelaskan bahwa pemula harus menghindari aktivitas berlebihan dan fokus pada kemajuan bertahap untuk mencegah cedera.

Melakukannya secara perlahan dan mantap adalah cara terbaik membangun dan mempertahankan kebiasaan berlari sekaligus meningkatkan kebugaran dan kesehatan secara keseluruhan.

Untuk pemula seperti Greg, sesi lari singkat tidak membuat kelelahan adalah ideal. McConkey menyarankan agar tidak memaksakan diri hingga merasa sakit dalam beberapa bulan pertama.

Sebaliknya, fokus membangun kebiasaan dan secara bertahap meningkatkan volume lari dari waktu ke waktu.

Pada akhirnya, kunci keberhasilan jangka panjang dalam mempertahankan kebiasaan berolahraga adalah belajar bertahan melewati rintangan.

Pengalaman positif Greg dengan rencana latihan dibuat AI menyoroti manfaat potensial dari memasukkan teknologi ke dalam rutinitas kebugaran.(*)

Artikel Terkait