Kartini Media
Ilustrasi. Foto: Pinterest

Mendikdasmen Peringatkan Bercandaan yang Membawa Fisik Jadi Salah Satu Indikasi Bullying di Sekolah

Bercandaan teman di sekolah yang berlebihan dengan sebutan tertentu yang mengejek fisiknya temannya adalah salah satu indikasi dari bullying. Bullying ternyata nggak selalu berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga bisa hadir lewat kata-kata yang sering dianggap sepele. Untuk itu Mendikdasmen mendorong setiap sekolah untuk terus membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan keberagaman.

Dikutip dari liputan6.com Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengingatkan bahwa kebiasaan memanggil seseorang dengan julukan yang merujuk pada kondisi fisik dapat tergolong sebagai perundungan atau bullying.

Menurutnya saat ini cukup banyak candaan yang selama ini dianggap lumrah di lingkungan sekolah justru berpotensi melukai perasaan peserta didik. Salah satu contohnya adalah penggunaan julukan yang menyinggung kondisi fisik seseorang dengan dalih bercanda.

“Ya, kadang-kadang sebagian dari melucu itu justru melakukan harassment. Misalnya, 'Eh si kuntet!' Itu kan maunya melucu, tetapi itu harassment, itu bullying sebenarnya,” kata Abdul Mu'ti.

Lebih lanjut, Mu’ti menyampaikan bahwa setiap sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman bagi seluruh peserta didik tanpa adanya diskriminasi, baik yang berkaitan dengan penampilan fisik maupun kemampuan akademik.

Kemendikdasmen mendorong sekolah untuk memperkuat budaya yang lebih humanis, inklusif, dan partisipatif. Budaya tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) yang tidak hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memuliakan setiap warga sekolah, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kependidikan.

 

Artikel Terkait