Kartini Media
Pesawat Azerbaijan Airlines J2-8243 mengalami kecelakaan. Foto: Reuters

Tragedi Azerbaijan Airlines Jatuh yang Tewaskan 38 Orang, Ini Kesaksian Penumpang Selamat

Pesawat milik Azerbaijan Airlines J2-8243 jatuh dan menewaskan 38 penumpang di Kazakhstan pada Hari Natal (25/12/2024). Dalam tragedi yang mengerikan tersebut terdapat seorang penumpang yang selamat hingga merekam detik-detik kejadian pesawat jatuh.

Dalam rekaman video tersebut terdengar teriakan penumpang mengucapkan “Allahu Akbar” berulang kali. Di video itu juga memperlihatkan masker oksigen kuning yang tergantung di atas kursi saat tangisan dan jeritan memenuhi suasana kabin.

Pesawat Embraer 190 tersebut lepas landas dari Ibu Kota Azerbaijan, Baku, dan hendak menuju Grozny di Chechnya, Rusia Selatan. Pesawat tersebut pembawa 69 penumpang dan jatuh di daerah yang berjarak 3 km dari bandara Aktau di Kazakhstan.

Dalam tragedi pesawat jatuh tersebut, 29 penumpang dinyatakan selamat dari kecelakaan dan telah dievakuasi ke rumah sakit.

Pihak Azerbaijan Airlines menyatakan pesawat tersebut diduga jatuh karena bertabrakan dengan sekawanan burung saat mengudara.

"Menyusul jatuhnya pesawat milik Azerbaijan Airlines di Aktau, Kejaksaan Agung Azerbaijan telah memulai penyelidikan pidana berdasarkan pasal 262.3 dan 314.3 (KUHP Azerbaijan)," demikian pernyataan kejaksaan Azerbaijan.

Dikutip dari Sindo News menurut pejabat Kazakhstan, penumpang pesawat naas itu termasuk 42 warga negara Azerbaijan, 16 warga negara Rusia, enam warga negara Kazakhstan, dan tiga warga negara Kirgistan.

Sementara seorang penyintas kecelakaan dalam tragedi itu Subkhonkul Rakhimov menceritakan pengalaman yang mengerikan. Dia mengenang suara ledakan.

“Pesawat itu tiba-tiba naik dengan cepat dan mulai menambah ketinggiannya saat hendak mendarat di Grozny. Saat itu kabut tebal, dan kru mencoba mendaratkan pesawat di Grozny tiga kali, tetapi semuanya gagal. Sebuah ledakan terjadi selama upaya pendaratan ketiga,” katanya, Kamis (26/12/2024).

Regulator penerbangan Rusia, Rosaviatsia, menyatakan bahwa temuan awal menunjukkan pilot memilih pendaratan darurat setelah menabrak burung.(*)

Artikel Terkait