Cara Efektif Menghadapi Anak Kecanduan Gadget, Perlu Diskusi
Ilmuwan asal New York University membagikan langkah penting untuk menghadapi anak-anak yang kecandua
Seperti namanya, demam pada anak adalah kondisi demam dialami anak-anak. Tanda dan gejala demam pada anak antara lain:
Salah satu cara mendiagnosis demam pada anak adalah melakukan sentuhan pada dahinya.
Namun, cara ini tidak akan memberikan pengukuran yang akurat. Cobalah menggunakan termometer digital untuk memastikan demam pada anak.
Melansir Halodoc.com, demam terjadi ketika suhu tubuh anak melebihi batas normal yaitu di atas 37,2 derajat Celsius, apabila pengukuran dilakukan dari ketiak dan 37,8 derajat Celsius saat diukur melalui mulut.
Sementara jika pengukuran suhu dilakukan melalui dubur atau anus, dikatakan demam jika lebih dari 38 derajat Celsius.
Demam pada anak kerap membuat orangtua merasa khawatir dan buru-buru memberikan obat penurun panas.
Demam bukan penyakit melainkan respons tubuh terhadap benda asing masuk ke dalam tubuh. Dikutip dari KlikDokter.com, 70 persen kejadian demam pada anak disebabkan infeksi virus akan sembuh sendiri dalam 3-7 hari tanpa penanganan khusus.
Demam merupakan hal lumrah dialami anak karena tubuh anak masih mengembangkan sistem kekebalan tubuhnya. Kebanyakan demam pada anak disebabkan oleh infeksi atau penyakit tertentu.
Suhu tubuh tinggi mempersulit bakteri dan virus penyebab infeksi bertahan hidup. Oleh karena itu, demam pada anak merupakan bentuk pertahanan tubuh berarti baik. Namun, penting tetap waspada.
Apabila demam terjadi ketika tengah malam, anak rewel dan menangis, orangtua bisa menggunakan bawang merah untuk menurunkan demam pada anak.
Caranya, memarut bawang merah, lalu campurkan dengan minyak kelapa atau minyak kayu putih. Kemudian, oleskan ke seluruh tubuh anak. Namun, hindari pemakaiannya jika kulit anak cenderung sensitif.
Melansir berbagai sumber, ada macam-macam obat tradisional penurun panas badan anak. Orangtua bisa menerapkannya.
Meskipun efektif, obat tradisional untuk menurunkan demam mungkin memiliki efek samping berbeda-beda pada setiap individu.
Jadi, pastikan anak tidak memiliki alergi terhadap bahan alami tersebut dan tidak menggunakan pengobatan rumahan secara berlebihan.(*)