Kartini Media
Claudia Sheinbaum. Foto: Morena

Claudia Sheinbaum Jadi Presiden Perempuan Pertama Meksiko, Menang Telak Pilpres

Claudia Sheinbaum mencatat sejarah sebagai presiden perempuan pertama dalam sejarah Meksiko. Selain itu, Sheinbaum menjadi keturunan Yahudi pertama mencetak sejarah.

Presiden Perempuan Pertama

Pelantikan Claudia Sheinbaum menandai momen penting perjalanan politik Meksiko, selama lebih dari dua abad belum pernah dipimpin seorang perempuan.

Upacara pelantikan diadakan di Zocalo, alun-alun utama Mexico City pada Selasa (1/10/2024).

Meksiko kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan seorang ilmuwan sekaligus mantan wali kota Mexico City.

Menang Telak

Claudia Sheinbaum saat kampanye mengusung janji akan melanjutkan kebijakan presiden Meksiko sebelumnya, Andres Manuel Lopez Obrador.

Melansir VOA Indoesia, presiden terpilih berhaluan kiri itu menyatakan dukungan bagi seluruh perempuan Meksiko setelah hasil awal menunjukkan ia meraih sedikitnya 58 persen suara.

Pesaing terdekatnya, Xochitl Galvez, menerima 28,1 persen suara dalam hasil awal. Ia mewakili koalisi tiga partai oposisi, yakni partai Aksi Nasional yang konservatif, partai Revolusi Demokratik yang kecil namun progresif, serta partai Revolusioner Institusional.

“Saya tidak datang ke sini sendirian. Kita semua telah tiba. Para pahlawan perempuan memberi kita Tanah Air, bersama nenek moyang kita, para ibu kita, puteri-puteri kita dan cucu-cucu perempuan kita," kata Sheinbaum, dikutip dari VOA Indonesia.

Isi Pidato

Salah satu pesan diutarakan Claudia Sheinbaum dalam pidato perdananya adalah peran penting perempuan dalam pemerintahan. Ia menyatakan dengan tegas saatnya perempuan memimpin Meksiko.

Sebagai presiden, ia berkomitmen memperjuangkan hak-hak perempuan dan memastikan perempuan memainkan peran lebih besar dalam politik dan pembangunan negara.

Selain itu, ia juga menekankan menciptakan kesejahteraan sosial rakyat Meksiko, mengikuti pendekatan humanisme Meksiko dipopulerkan oleh Lopez Obrador.

Ia menyoroti pencapaian pemerintah mengurangi angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi, termasuk peningkatan upah minimum dan pengurangan pengangguran.

Namun, tantangan besar masih menanti, terutama terkait keamanan dan perang melawan kartel narkoba terus berkecamuk di berbagai wilayah.

Sebagai penutup pidatonya, Sheinbaum berjanji kepada rakyat Meksiko, “Saya tidak akan mengecewakan Anda,” ungkapnya seperti dilansir dari Business Insider.

Pakar masalah keamanan Ana María Salazar mengatakan Sheinbaum akan menghadapi banyak masalah besar

“Banyak masalah yang menunggu, termasuk di antaranya perdagangan fentanil dan dampaknya di AS. Ada beberapa isu perdagangan kaitannya dengan penerapan T-MEC (perjanjian perdagangan antara Meksiko, Kanada dan AS), perundingan ulang T-MEC, akan berlangsung pada tahun 2026. Dan khususnya mengenai isu-isu imigrasi, menjadi isu politik di AS bahkan bisa menentukan siapa presiden AS mendatang," tuturnya.

Salah satu tantangan utama dihadapi Sheinbaum adalah kekerasan terus berlangsung di wilayah-wilayah dikuasai kartel narkoba, seperti Sinaloa dan Chiapas.

Meskipun ia memiliki pengalaman meningkatkan keamanan di Mexico City, banyak kritikus meragukan apakah pendekatan yang sama bisa diterapkan di tingkat nasional.

Karier Politik

Claudia Sheinbaum memulai karier politik sebagai aktivis mahasiswa sebelum menjadi salah satu ilmuwan iklim terkemuka di negaranya.

Sebagai wali kota Mexico City dari 2018 hingga 2024, ia berhasil memperkuat posisinya sebagai pemimpin politik berpengaruh di kancah nasional.

Kepemimpinannya di ibu kota membawa banyak perubahan, terutama bidang lingkungan dan sosial, membantunya memenangkan dukungan luas dalam pemilihan presiden.(*)

Artikel Terkait