Kartini Media
Lita Ridwan Hassan bersama Izzata dan Izzati. Foto: Dok. pribadi

Kisah Istri Dubes Idap Kanker Tiroid Sambil Membesarkan Putri Kembar Autistik

Menjadi seorang ibu mempunyai putri kembar dengan autisme tidaklah mudah. Terlebih, secara bersamaan sang ibu berjuang melawan kanker tiroid yang diidapnya. Itulah sepenggal kisah istri duta besar Lita Ridwan Hassan.

Melahirkan Putri Kembar

Lita Ridwan Hassan melahirkan bayi kembar di Tokyo, pada 28 Desember 2000. Putri kembarnya diberi nama Izzata dan Izzati.

Perubahan terjadi ketika kedua putrinya berusia 2,5 tahun. Kala itu, putri kembarnya sering menangis, memilliki kebiasaan tidur dan makan tak biasa.

Namun, setiap kali Lita mengonsultasikan masalah ini kepada dokter anak di Tokyo, ia selalu diberi keyakinan bahwa putri kembarnya dalam keadaan baik.

Pada akhir tahun 2003, Lita kembali ke Indonesia. Pada awal tahun 2004, Lita membawa kedua putrinya ke klinik tumbuh kembang anak di Jakarta Selatan.

Izzata dan Izzati Didiagnosis Autis Ringan, Lita Ridwan Idap Kanker

"Dokter mendiagnosis Izzata dan Izzati dengan Autisme Ringan. Pada periode yang sama, saya juga didiagnosis menderita kanker tiroid," kata Lita seperti dikutip dari detikHealth.

Lebih jauh, Lita menjelaskan setelah mengetahui hasil diagnosis dokter, Lita dibantu sang suami, Ridwan Hassan beserta keluarga besar menghimpun sebanyak mungkin informasi seputar autisme.

"Izzata dan Izzati juga menjalani multiple therapy. Mereka pernah mengonsumsi 17 suplemen setiap hari untuk mengeluarkan racun dari tubuhnya," tutur Lita.

Memasuki usia 4 tahun, Izzati menunjukkan perkembangan lebih baik. Dia terlihat mulai senang membuat corat-coret seperti benang kusut. Lamban laun gambar dibuatnya mulai terbentuk.

Tantrum di Pesawat Menuju AS

Selanjutnya, suami Lita mendapat tugas ke KBRI di Washington DC. Saat menuju AS, tiba-tiba Izzata menangis, tantrum. Padahal dalam hitungan menit pesawat berpenumpang ratusan orang itu harus segera lepas landas.

Lita disarankan tetap di ruang tunggu dan tidak memaksakan diri ikut dalam penerbangan bila tak mampu segera menenangkan Izzata.

Karena tersudut, Lita akhirnya meminta agar suaminya lebih dulu masuk kabin. Ridwan Hassan pun akhirnya menjelaskan kondisi Izzata.

Dia 'buka kartu' bahwa keberangkatannya bersama keluarga ke AS tidak untuk pelesiran tapi menunaikan tugas negara. Penjelasan diterima, para penumpang memaklumi.

"Selama 7 jam pertama penerbangan saya harus menggendong Izzata. Tak bisa melakukan hal lain tak kecuali ke toilet," tutur Lita.

Sikap dan perlakuan awak kabin pun berubah lebih ramah dan ikut membantu mengajak komunikasi Izzata agar lebih tenang.

Putri Kembar Punya Keahlian Berbeda

Saat di AS, Izzati belajar seni dan desain, sementara Izzata mengejar keahlian memasak. Mereka tumbuh menjadi individu berbakat.

Khusus Izzati, usia 8 tahun sudah bisa membuat desain interior, t-shirt, scarf dan lainnya melalui perangkat komputer.

Bahkan ulang tahun ke-10, membuat desain kue dan tata ruangan merayakan bersama keluarga. Lain lagi dengan Izzata lebih fokus ke masak-memasak.

"Kalau dia cermat sekali mengikuti resep-resep memasak," imbuh Lita.

Sejak awal November 2020, Lita bersama keluarganya tinggal di Doha mengikuti sang suami menjadi dubes RI untuk Qatar.

Sang kembar dikirim ke HOPE Center. Sekolah ini seperti pusat pembelajaran untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu programnya lebih ke life skill dan penanganannya lebih individual.

Di sekolah itu Izzati juga mengikuti program akademik reguler open schooling setingkat SMA dan baru saja lulus.

Sejak lulus SMP, kata Lita, Izzata dan Izzati meminta mengenakan hijab seperti dirinya.

Sedangkan kanker tiroid Lita dinyatakan sembuh. Ia menjalani tiga kali pengobatan kanker tiroid pada tahun 2004, 2010, dan 2012.(*)

 

Artikel Terkait