MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
CEO OpenAI sekaligus pembuat ChatGPT, Sam Altman bikin pengakuan mengejutkan. Seperti diketahui, Sam Altman meraup popularitas lantaran ChatGPT yang didirikannya.
Belum lama ini, Altman melarang masyarakat percaya kepada dirinya. Hal tersebut ia sampaikan kala menghadiri Bloomberg Technology Summit di San Fransisco Amerika Serikat (AS).
Jangan Percaya
Ada pertanyaan alasan mengapa orang harus percaya padanya saat ini.
"Seharusnya tidak," jawab CEO OpenAI, perusahaan penghasil ChatGPT, Altman dikutip dari SFStandard.
“Sekarang, pada dasarnya orang menghabiskan banyak waktu untuk mengajukan pertanyaan sebanyak mungkin. Tidak ada orang yang bisa dipercaya di sini", jelas Altman.
Dalam kesempatan itu, Altman menganjurkan orang-orang percaya pada perusahaannya saja.
Kedatangan Altman ke Indonesia pada acara bertajuk "Conversation with Sam Altman" berbagi pengetahuan tentang kecerdasan buatan (AI). Acara tersebut diselenggarakan organisasi orkestrasi Korika dengan perusahaan ventura, GDP Venture yang bertujuan memperluas pemahaman masyarakat soal teknologi AI.
Lantas, siapa Sam Altman dan bagaimana perjalanan kariernya hingga ia menjadi sosok dibalik chatbot ChatGPT saat ini populer di dunia.
Profil
Pemilik nama lengkap Samuel Harris Altman adalah Co-Founder dan CEO OpenAI sekaligus entrepreneur dan investor di industri teknologi. ia lahir di Chicago pada tahun 1985.
Pria berusia 38 tahun ini memiliki minat tinggi terhadap dunia teknologi sejak masa kecil saat ia tinggal di St. Louis, Missouri.
Ketertarikan dengan teknologi dimulai sejak kecil dan membuatnya mendapatkan komputer pribadi usia delapan tahun.
Pendidikan
Altman bersekolah di John Burroughs School, di Metro St. Louis, AS. Setelah lulus, Altman mendaftar di Universitas Stanford dengan jurusan ilmu komputer.
Namun, ia tidak menyelesaikan studinya di Stanford, dan memutuskan keluar kuliah tahun 2005 lalu mendirikan perusahaan pertamanya bernama Loopt.
Karier
Loopt bergerak di bidang aplikasi jejaring sosial berbasis lokasi.
Berkat kepiawaiannya, Loopt berhasil mengantongi dana lebih dari 30 juta dolar AS dan diadopsi oleh Apple dan Blackberry. Namun, perusahaan ini gagal berkembang setelah tujuh tahun berdiri.
Loopt akhirnya dibeli Green Dot Corporation dengan harga 40 juta dolar AS.
Setelah itu, Altman bergabung dengan Y Combinator (YC), yaitu akselerator startup yang membantu pengembangan perusahaan, termasuk Airbnb, Reddit, Dropbox, dan Coinbase.
Di sinilah Altman mulai dikenal. Tahun 2014, Altman diangkat menjadi presiden Y Combinator, menggantikan salah satu pendirinya, yaitu Paul Graham.
Di bawah kepemimpinan Altman, akselerator terus berkembang pesat dan mendorong pertumbuhan banyak perusahaan startup.
Karier Altman semakin berkembang pesat pada tahun tersebut.
Altman dipercaya sebagai pembicara dalam salah satu kuliah di Stanford berjudul "How to Start a Startup" tahun 2014.
Selain itu, Altman masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 untuk modal ventura pada usia 29 tahun.
OpenAI
Pada tahun 2015, Altman bersama Elon Musk dan pendiri LinkedIn, Reid Hoffman, mendirikan perusahaan OpenAI, merupakan perusahaan di balik Chat GPT.
OpenAI adalah organisasi penelitian dan penerapan terkemuka kecerdasan buatan (AI). Isi utamanya adalah memastikan pengembangan kecerdasan buatan umum (Artificial General Intelligence/AGI) memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.
Maret 2019, Altman mengundurkan diri sebagai presiden YC untuk fokus pada OpenAI. Tahun yang sama, Microsoft mengumumkan mereka akan berinvestasi sebesar 1 miliar dolar AS dalam OpenAI.
Investasi ini bertujuan mendukung visi OpenAI mengembangkan kecerdasan buatan yang aman dan bermanfaat.
ChatGPT
Kemudian, 30 November 2022, perusahaan tersebut resmi meluncurkan ChatGPT, model AI tercanggih mampu menghasilkan teks sesuai perintah menggunakan kecerdasan buatan.
Altman mengklaim penggunaan AI mencapai satu juta pengguna dalam lima hari. ChatGPT terus berkembang dan mulai menguji versi berbayar dari "ChatGPT Profesional".
Kini ChatGPT menjadi salah satu alat membantu berbagai aspek dan terus berkembang.
Risiko
Berkat popularitas ChatGPT, sejumlah tokoh industri berkumpul memperingatkan risiko disebabkan AI. Altman salah satu eksekutif menandatangani pernyataan Mei lalu terkait hal tersebut.
Namun, Altman tidak ingin pengembangan kecerdasan buatan dihentikan seluruhnya. Altman menginginkan perlunya regulasi soal AI.
Dengan banyaknya manfaat yang dihasilkan AI, seharusnya teknologi ini tidak dihentikan.
"Misalnya, jika ada teknologi yang bisa menghentikan kemiskinan namun punya kelemahan, apakah Anda akan menghentikannya?" jelas Altman kala menghadiri Bloomberg Technology Summit di San Fransisco Amerika Serikat belum lama ini.(*)