MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Baru-baru ini beredar video singkat di media sosial menggambarkan suasana pasir di Gunung Bromo diselimuti salju tipis.
Adalah Instagram @kemenparekraf.ri dan Instagram resmi milik @sandiuno yang mengunggah video momen langka tersebut. Di video singkat yang dibagikan nampak lautan pasir di Bromo diselimuti salju.
“Serius nih ada salju di Indonesia?!” sebagai keterangan dari video pendek yang diunggahnya.
Dari keterangan yang tertera di Instagram dijelaskan bahwa lapisan es yang diperbarui pasir di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan fenomena ini biasanya terjadi pada bulan Juli-Agustus setiap tahunnya.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardani mengatakan kemunculan fenomena salju diketahui anggota lapangan beberapa hari lalu.
“Batas waktunya kita tidak bisa tentukan, tapi biasanya muncul pada bulan-bulan di mana suhu udara sangat dingin, yaitu sekitar Juni-Juli,” kata Septi Eka dikutip dari detik.com.
Fenomena Embun Upas
Dikutip dari berbagai sumber, lapisan tipis es yang terjadi di lautan pasir bromo ini disebut embun upas atau dikenal juga dengan sebutan Frost.
Embun beku atau embun ini terjadi ketika pagi hari saat matahari belum muncul secara sempurna atau sekitar waktu subuh dengan suhu udara 5-9 derajat celcius.
Namun, di beberapa tempat lainnya suhu udara bisa mencapai minus hingga dua derajat celcius dan akan mencair seiring dengan sinar matahari yang semakin terik.
Fenomena langka yang terjadi di lautan pasir bromo ini bisa terjadi akibat adanya angin muson yang membawa masa udara dingin dan kering.
Selain itu, penyebab munculnya embun upas karena adanya langit cerah atau cuaca cerah yang mengakibatkan tidak adanya awan di malam hari. Sehingga panas permukaan Bumi langsung ke atmosfer tanpa dihalangi awan.
Fenomena embun upas biasa terjadi dipuncak musim kemarau, yaitu bulan Juni hingga Agustus. Meski demikian, embun upas belum tentu rutin muncul, karena tergantung dengan kondisi suhu.
Selain di kawasan lautan pasir Bromo, embun upas juga pernah terjadi di Alun–alun Surya Kencana, Gunung Gede Pangrango, dan juga di kawasan wisata candi Arjuna Dieng serta komplek wisata Dieng lainnya.(*)