MBG di Tomohon Dorong Kualitas Generasi Muda dan Dampak Positif bagi Masyarakat Lokal
Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi
Orangtua pasti ingin memberikan nama terbaik untuk buah hatinya, dan bila perlu unik. Ternyata penamaan bisa memengaruhi penampilan dan kepribadian anak.
Dikutip dari Digital Journal, seorang profesor manajemen dan kewirausahaan, peneliti psikologi nama di Arizona State University, David Zhu mengatakan memberi nama kepada orang harus hati-hati karena nama akan digunakan sebagai identifikasi individu dan berkomunikasi dengan individu tersebut setiap hari.
Dengan kata lain, nama bakal berfungsi sebagai dasar konsepsi diri seseorang, terutama dalam hubungannya dengan orang lain. Makanya nama bisa memengaruhi kepribadian, dan melekat seumur hidup.
Pengaruhi Kepercayaan Diri
Kalau Anda suka dan mencintai nama diri sendiri, biasanya akan menjadi lebih percaya diri, periang, hingga bisa berkomunikasi dengan baik.
Sebaliknya, ketika tidak suka dengan nama yang berikan orangtua atau keluarga, biasanya menjadi rendah diri dan penyendiri.
Pengaruhi Batasan Sosial
Misalnya, nama dari etnis atau agama tertentu, sehingga orang bisa mengelompokkan dalam kelompok etnis atau agama tertentu pula. Nama bisa membentuk stereotip atau batasan sosial.
Pengaruhi Persepsi
Dalam penelitian jurusan psikologi Chinese Academy of Science tahun 2020, ditemukan kalau orang punya nama buruk, kurang populer, aneh, dan negatif lebih mungkin melakukan kejahatan.
Ketika seseorang benci dengan namanya dan orang lain tidak suka atau sering menggoda atau merudung dengan nama tersebut, bukan tidak mungkin seseorang menjadi bersikap negatif.
Pengaruhi Karier
Dalam studi dari Cai dan tim Institut Psikologi Beijing menemukan kalau nama unik dan jarang dipakai biasanya mengejar jalur karier yang tidak biasa, misalnya jadi seorang sutradara atau hakim.
Ini berhubungan dengan kreativitas lebih tinggi dan pola pikir lebih terbuka.(*)