Kartini Media
Ilustrasi bayi kembar. Foto: Getty Images/iStockphoto/Pirotehnik

Melahirkan Anak Kembar 5 Selisih Semenit, Ibu Ini Mengaku Saat USG Hanya Terlihat 3 Janin

Kebahagiaan menyelimuti pasangan suami istri, Warsilah (39) dan Nuraeni (32). Pasutri asal Desa Bodas, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu itu dikaruniai 5 anak kembar setelah menjalani persalinan di RSUD Indramayu pada Minggu (7/7/2024).

Nuraeni dan Warsilah mengaku bahagia atas kelahiran lima buah hati mereka.

Warsilah merasa bahagia dan kaget karena istrinya melahirkan lima anak kembar sekaligus. Ia kebingungan memberikan nama anaknya.

"Belum ada untuk nama. Bingung karena ada banyak,” terang Warsilah, dikutip dari Kompas.com.

Hal serupa juga dirasakan Nuraeni.

Proses melahirkan Nuraeni menjadi perhatian di media sosial. Ia melahirkan 5 bayi dengan selisih kelahiran masing-masing satu menit.

Kelima bayi tersebut lahir pada Minggu (7/7/2024) bertepatan dengan 1 Suro menurut penanggalan jawa, dan 1 Muharam 1446 Hijriah menurut kalender Islam.

5 bayi kembar yang dilahirkan Nureeni. Foto: Istimewa

Lima bayi terdiri dari empat bayi perempuan dan satu bayi laki-laki. Proses persalinan bayi Nuraeni dilakukan melalui operasi caesar pada pukul 18.30 hingga 19.45 WIB, dan kelima bayi dalam kondisi sehat.

Bayi pertama berjenis kelamin perempuan lahir pada pukul 19.34 WIB, bayi kedua berjenis kelamin perempuan lahir pada pukul 19.35 WIB.

Bayi ketiga berjenis kelamin perempuan dilahirkan pada pukul 19.36 WIB, dan bayi keempat masih berjenis kelamin perempuan lahir pada 19.37 WIB. Sementara itu, bayi terakhir dilahirkan berjenis kelamin laki-laki lahir pada pukul 19.38 WIB.

Melansir dari Antaranews, Direktur RSUD Indramayu, Deden Bonni Koswara menuturkan, Nuraeni merupakan pasien rujukan dari puskesmas setempat.

Awalnya, hanya ada tiga janin terdeteksi dalam kandungan. Namun, pada usia kehamilan 28 minggu, ada empat janin terdeteksi.

Uniknya, janin kelima tidak bisa dideteksi saat melakukan ultrasonografi (USG) karena posisi bayi menumpuk.

Lebih jauh, Deden menyampaikan kelima bayi lahir dengan berat dibawah rata-rata dan langsung ditempatkan dalam inkubator.

Lima bayi memerlukan perawatan khusus di rumah sakit meski secara umum kondisinya baik dan sehat.

“Bobotnya memang bervariasi, dan di bawah normal rata-rata. Masih kecil-kecil jadi masih dirawat intensif,” jelas Deden.

Bayi pertama dengan berat 1.950 gram, bayi kedua seberat 1.750 gram. Bayi ketiga berbobot 1.250 gram, dan bayi keempat seberat 1.600 gram. Bayi terakhir dengan berat 1.900 gram.

Nuraeni melahirkan saat usia kandungan baru menginjak 34 pekan. Mulanya, Nuraeni merasa mulas dan diperiksa ke puskesmas terdekat. Ia harus segera menjalani persalinan karena sudah terdapat rembesan air ketuban.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Nuraeni tiba di RSUD Indramayu untuk menjalani proses persalinan.

Melihat dari laman Diskominfo Indramayu, Bupati Indramayu, Nina Agustina menjenguk kelima bayi, dan sang ibu pada Selasa (9/7/2024). Nina menuturkan, kelima bayi dalam kondisi sehat, dan semua biaya persalinan sudah ditanggung penuh BPJS Kesehatan.(*)

Artikel Terkait