Kartini Media
Ilustrasi keluarga membeli rumah baru. Foto: Freepik

Untung Rugi Beli Rumah Tunai atau KPR, Menurut Pakar

Memiliki rumah merupakan impian semua orang. Namun, harga terus merangkak naik membuat sebagian besar masyarakat kesulitan membeli rumah secara cash atau tunai. Ada pilihan lain, memiliki rumah dengan cara KPR atau kredit.

Masyarakat terutama generasi Milenial dan Gen Z sempat terbagi dalam dua kelompok soal kepemilikan rumah.

Ada bersikeras membeli rumah secara tunai. Di sisi lain, ada pula kelompok menggunakan KPR untuk memiliki rumah.

Berdasarkan data Cushman & Wakefield Market Beat Reports Q2, jumlah warga Indonesia mampu membeli rumah dengan cara kredit atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) jauh mendominasi.

"Kredit pemilikan rumah (KPR) tetap menjadi metode pembayaran yang lebih disukai di paruh pertama tahun 2023, mencakup 74,1% dari transaksi, diikuti oleh pembayaran tunai dalam angsuran sebesar 15,2% dan pembayaran tunai penuh sebesar 10%," tulisnya dikutip Jumat (26/1/2024).

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho melihat keduanya sebagai kelompok bisa terbentuk sesuai dengan kondisi finansialnya.

Menurut Andy membeli rumah secara tunai memiliki keunggulan dibandingkan kredit atau menggunakan KPR.

"Memang betul membeli properti secara cash itu nominal uang yang perlu kita bayarkan akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan kita beli secara kredit. Jadi, bila memang dananya untuk beli cash tersedia, ya sebaiknya beli secara cash saja," tutur Andy dikutip dari IDN Times.

Lebih jauh, Andy menyampaikan, kredit pembelian rumah bisa menjadi solusi ketika kondisi keuangan tidak memungkinkan membeli rumah secara tunai.

"Namun, bila dananya terbatas maka pilihan yang lebih masuk akal untuk bisa punya rumah adalah dengan cara kredit atau KPR," kata Andy

Sambung Andy, membeli properti atau rumah secara kredit merupakan utang yang baik. Alasannya, harga rumah bisa lebih tinggi ketika kredit telah selesai.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut untung rugi membeli rumah secara cash dan KPR.

1. Keuntungan Membeli Rumah Secara Tunai

  • Terbebas dari hutang, tidak memikirkan cicilan bulanan selama bertahun-tahun.
  • Harga beli rumah tidak dikenakan bunga cicilan, dibayarkan sesuai kesepakatan harga asli rumah.
  • Harga rumah bisa ditekan dengan cara negoisasi dengan pengembang.
  • Untuk rumah ready stock atau rumah bekas bisa langsung ditempati.
  • Umumnya penjual rumah lebih menyukai calon pembeli membayar tunai daripada mencicil.
  • Surat-surat rumah langsung dimiliki, bisa dijadikan jaminan ke bank.

2. Kekurangan Membeli Rumah Secara Tunai

  • Butuh waktu cukup lama mengumpulkan uang, terlebih berpenghasilan pas-pasan.
  • Jika kepemilikan rumah dibeli bermasalah, misalnya terkait masalah pembangunan atau legalitas, uang dibayar menguap dalam sekejap.
  • Cukup banyak penawaran penjualan rumah menarik dengan iming-iming harga lebih murah untuk rumah dengan fasilitas mewah.  

3. Keuntungan Membeli Rumah Secara KPR

  • Tidak perlu menabung dalam jumlah besar untuk membeli rumah. Cukup siapkan dana membayar uang muka rumah.
  • Membeli rumah dengan kredit atau KPR  akan terasa lebih ringan karena dana diperlukan tidak sebesar pembelian tunai.
  • Semakin besar uang muka atau semakin lama jangka waktu pembayaran, maka uang cicilan akan menjadi semakin kecil.
  • Rumah bisa langsung ditempati atau disewakan untuk melunasi cicilan.

4. Kekurangan Membeli Rumah Secara KPR

  • Semakin lama tenor semakin besar bunga dibayarkan.
  • Total uang dikeluarkan membeli rumah lebih mahal daripada harga aslinya.
  • Jika kehilangan pekerjaan atau penghasilan, cicilan rumah bisa menjadi tersendat. Dampak terburuk rumah disita atau dijual melunasi utang.
  • Meski memenuhi persyaratan ditentukan, belum tentu pihak bank menyetujui KPR diajukan.
  • Surat-surat rumah dan tanah ditahan pihak bank hingga rumah selesai dilunasi.
  • Jika ingin melunasi seluruh sisa cicilan di tengah jalan, akan ada penalti (hukuman berupa pengenaan biaya).
  • Suku bunga fluktuaktif, sehingga cicilan bulanan berisiko bertambah mahal setiap tahun.(*)

Artikel Terkait